Suara.com - Para pemain Parma menolak untuk bermain di pertandingan lanjutan Seri A menghadapi Genoa. Hal tersebut diungkapkan oleh kapten Parma Alessandro Lucarelli menyusul krisis keuangan yang menimpa klub itu.
Pertandingan Parma melawan Udinese hari Minggu lalu dibatalkan karena Parma tidak bisa membayar honor polisi yang akan menjaga jalannya pertandingan. Kini kapten Parma Lucarelli mengatakan bahwa pemain telah memutuskan untuk tidak ke lapangan menghadapi Genoa, Minggu (1/3/2015).
Sementara Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC) mengumumkan pada hari Kamis bahwa keputusan telah dibuat untuk memulai semua pertandingan di akhir pekan ini diundur 15 menit. Hal itu menunjukkan solidaritas bagi para pemain di Parma.
"Rekan setim saya dan saya telah memutuskan untuk tidak bermain di Genoa. Kami mengambil keputusan ini setelah melakukan pertemuan dengan AIC," ungkap Lucarelli.
Parma pemain belum digaji di sepanjang musim ini dan karena gagal melakukan kewajibannya tersebut klub tersebut di kurang satu poin. Bukan itu saja, Parma terancam tidak bisa melanjutkan sisa kompetisi hingga akhir karena krisis keuangan. (Scoresway)
Berita Terkait
-
Jay Idzes Cedera Lagi Saat Sassuolo Tumbang Lawan Parma, Terancam Absen Bela Timnas Indonesia
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Inter Milan Juara! Cristian Chivu Dedikasikan Gelar Scudetto untuk Para Pendahulu
-
Kalakan Parma, Inter Milan Kunci Gelar Juara Liga Italia 2025/2026
-
Napoli Ditahan Parma 1-1, Gagal Pangkas Jarak dari Inter Milan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim