Suara.com - Perasaan campur aduk dirasakan punggawa Schalke Klaas-Jan Huntelaar usai timnya melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3/2015). Dalam laga yang dihelat di Santiago Bernabeu, Schalke berhasil meraih kemenangan 4-3.
Dalam pertandingan itu, Huntellar menyumbang dua gol kemenangan The Royal Blues atas Real Madrid. Namun keberhasilannya mencetak gol dan mengantar timnya meraih kemenangan ternyata tidak mampu membuatnya tersenyum.
Pasalnya, kalah agregat 5-4, Schalke gagal melaju ke babak perempat final dan tersingkir dari komptesi kasta tertinggi benua biru.
"Tentu saja kami senang dengan penampilan kami, tapi harusnya kami bisa meraih lebih dari itu (kemenangan di Bernabeu)," tukas Huntelaar.
"Kami terlalu mudah kebobolan dan seharusnya kami mempertahankan keunggulan kami hingga turun minum. Mereka sama sekali tidak merasa nyaman," tambah eks pemain Madrid itu.
"Kami tampil berani dan mampu mengkandaskan tim sekelas Real Madrid. Selamat kepada tim kami. Tapi kami harusnya bisa meraih lebih," jelasnya.
Sebelum berseragam The Royal Blues, striker kelahiran Gelderland, Belanda, pernah memperkuat sejumlah tim besar Eropa, termasuk Real Madrid. Huntelaar berseragam Madrid pada tahun 2009. Namun baru satu tahun bermarkas di Bernabeu, Huntelaar dibuang ke AC Milan. (Soccerway)
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Kjetil Knutsen Pelatih Bodo/Glimt: Pernah Melatih Pemain Keturunan Indonesia
-
Kata-kata Chivu Usai Inter Milan Disingkirkan Tim Antah Berantah
-
Hattrick Sorloth Hancurkan Brugge, Atletico Madrid Resmi Amankan Tiket 16 Besar Liga Champions
-
Inter Milan Tersingkir Tragis di Giuseppe Meazza Usai Dipermalukan Bodo Glimt dengan Agregat Telak
-
Rp986 Miliar vs Rp11 Triliun, Bodo/Glimt Bukti Si Kecil Bisa Menang Besar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Heboh Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Akun Resmi Serie A Italia: Jay Idzes Aja Bangga!
-
Persiapan Singkat, Persib Bandung Waspadai Parkir Bus Madura United
-
Rekor Pribadi Jordi Amat Pecah di Persija, Musim Perdana Jadi yang Paling Produktif
-
5 Pemain yang Kariernya Melejit Usai Bela Timnas Indonesia
-
Dulu Mereka Bintang Timnas Indonesia Kini Terbuang ke Klub Kecil
-
PSSI Tantang John Herdman Buktikan Kualitas di FIFA Series 2026
-
Rekam Jejak Kjetil Knutsen Pelatih Bodo/Glimt: Pernah Melatih Pemain Keturunan Indonesia
-
Laurin Ulrich Lebih Prioritaskan Jerman Ketimbang Timnas Indonesia
-
3 Pemain Timnas Indonesia Harus Naik Meja Operasi Akibat Cedera Parah
-
Pemain Keturunan Rp 347 Miliar Tolak Timnas Indonesia Kini Jadi Aset Emas di Liga Inggris