-
Maarten Paes sukses mencetak clean sheet dan melakukan penyelamatan krusial saat Ajax tekuk Heracles.
-
Ajax menang tiga nol melalui gol Mika Godts dan Steven Berghuis meski kehilangan Tomiyasu.
-
Dean James kembali bermain membela Go Ahead Eagles setelah lama absen karena masa pemulihan.
Suara.com - Keberhasilan Maarten Paes menjaga kesucian gawang Ajax menjadi bukti kualitas kiper utama Timnas Indonesia di Eredivisie.
Kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas Heracles membawa angin segar bagi ambisi Ajax menembus kompetisi Eropa.
Dikutip dari Laman Ajax, statistik menunjukkan Paes tidak hanya diam di bawah mistar namun aktif memutus serangan berbahaya tim tuan rumah.
Meski Ajax kehilangan satu pemain akibat kartu merah, ketenangan sang kiper membuat pertahanan mereka tetap terlihat sangat solid.
Poin penuh dari markas lawan ini menjadi modal krusial bagi klub asal Amsterdam tersebut dalam persaingan klasemen.
Penjaga gawang andalan Garuda ini mencatatkan tiga penyelamatan heroik yang menggagalkan peluang emas dari pemain Heracles Almelo.
Akurasi operan yang mencapai enam puluh tujuh persen membuktikan keterlibatan aktifnya dalam membangun serangan dari lini belakang.
Satu tinjuan bola yang tepat sasaran juga berhasil menetralisir ancaman bola mati yang dilepaskan oleh gelandang lawan.
Dominasi Ajax di Stadion Asito terlihat nyata melalui gol pembuka yang diciptakan oleh pemain muda berbakat Mika Godts.
Baca Juga: Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia, Elkan Baggott Bakal Debut di Championship?
Steven Berghuis kemudian memperlebar jarak keunggulan lewat dua gol tambahan yang memastikan kemenangan tim tamu malam itu.
Perjuangan Ajax Dengan Sepuluh Pemain
Kemenangan ini terasa lebih spesial karena tim asuhan Francesco Farioli harus bertahan menghadapi tekanan dengan jumlah pemain terbatas.
Takehiro Tomiyasu terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal setelah wasit memberikan kartu merah langsung akibat pelanggaran yang cukup keras.
Instruksi taktis yang disiplin membuat kekosongan posisi di lini pertahanan tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Heracles.
Paes dan kolega menunjukkan mentalitas juara dengan tetap bermain menyerang meskipun mereka berada dalam situasi yang kurang menguntungkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi