Suara.com - Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha Gelora Bung Karno, Raja Pane, menjamin timnas Garuda U-23 bisa melakukan uji coba lapangan sehari setelah konser One Direction pada 25 Maret 2015 usai.
"Kami memastikan bahwa tanggal 26 (Maret) sore Timnas sudah bisa uji coba karena 'grass cover' segera dibuka setelah konser selesai kemudian malam hari dan paginya, lapangan akan kami siram dan semai kembali," kata Raja Pane saat pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan promotor Ismaya Live di Kantor Kemenpora Jakarta, Kamis.
Raja mengatakan konser boy band yang populer dengan sebutan 1D pada 25 Maret mendatang atau dua hari menjelang kualifikasi Pra-Piala Asia Timnas U-23 itu tidak akan mengganggu uji coba lapangan.
Pihaknya berusaha memberi kesempatan uji coba pada 26 Maret sore meskipun pada ketentuan AFC, uji coba seharusnya dilakukan dua hari sebelum kualifikasi dilakukan.
Pihak GBK beserta promotor akan berkoordinasi melakukan pembongkaran secepatnya.
"Konser itu berlangsung jam 8-10 malam. Setelah semua penonton keluar, 'cover' akan dibuka kira-kira jam 11 malam," kata Raja.
Penyemaian dan penyiraman lapangan juga dilakukan dua kali, yakni malam dan pagi hari sehingga timnas sudah bisa memakai lapangan pada sore hari 26 Maret dan pagi hari 27 Maret.
Senada dengan Raja, promotor konser juga ingin secepatnya membongkar peralatan dari stadion.
"Kami akan berkoordinasi dengan tim produksi karena vendor juga tidak ingin peralatannya terlalu lama dipakai, terkait biaya juga," kata Brand Manajer Ismaya Live Yudha Perdana.
Sebelumnya, sejumlah media sosial sempat diributkan dengan adanya perseteruan antara suporter Timnas dan penggemar 1D akibat terancam batalnya kualifikasi Piala Asia pada 27-31 Maret di Stadion GBK karena jadwal yang mepet dengan konser 1D.
Namun, pengelola GBK mengatakan bahwa promotor boy band yang terdiri dari Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles dan Louis Tomlinson ini mengajukan penggunaan stadion sejak dua tahun lalu, sedangkan PSSI baru mengajukan akhir Januari 2015.
Berita Terkait
-
John Herdman Ajak Suporter Jadikan GBK 'Gunung Berapi' untuk Guncang Mental Bulgaria
-
John Herdman Bandingkan Atmosfer GBK dengan Old Trafford, Lebih Riuh Mana?
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia
-
John Herdman Merinding dengan Lagu Indonesia Raya di GBK
-
Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
-
Nicky Butt Percaya Jose Mourinho Pelatih yang Cocok untuk Tangani Manchester United
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032
-
Thomas Tuchel Peringkatkan Phil Foden, Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
-
Adem Ayem, Legenda Futsal Indonesia Puji Sosok Hector Souto
-
Belum Aman dari Degradasi, PSIM Yogyakarta Bidik Poin di Kandang Dewa United
-
Dony Tri Pamungkas Jawab Rumor Abroad Ke Eropa Setelah Dapat Wejangan Khusus dari Calvin Verdonk
-
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Ketum FIGC