Suara.com - Kiper Tim Indonesia U-23 M Natsir merupakan salah satu bintang ketika menggagalkan tendangan penalti pemain Brunei Darussalam. Namun yang terpenting bagi M Natsir adalah aksi heroiknya tersebut bisa memberikan kemenangan bagi timnas Indonesia.
Pada saat menghadapi Brunei di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (29/3/2015) sore. Indonesia nyaris saja kebobolan pada menit-menit awal babak pertama, andai saja tendangan penalti yang dieksekusi Mohammad Aimmil tidak berhasil diblok oleh M Natsir.
Meski mengaku sebagai penyelamatan yang dilakukannya adalah keberuntungan, penjaga gawang asal klub Persib Bandung ini sangat bersyukur karena hingga usai pertandingan kedua ini belum ada bola yang bersarang ke gawangnya.
Namun, yang terpenting menurutnya adalah aksi heroiknya tersebut bisa memberikan kemenangan bagi timnas Indonesia.
"Saya awalnya memang tidak tahu arah bola akan kemana, tetapi setelah melihat gerakan tubuhnya, maka saya melompat ke kiri, tetapi itu sebenarnya keberuntungan sehingga Alhamdulilah saya bisa membloknya," kata Natsir saat ditemui usai pertandingan.
Pria yang memiliki tinggi badan 188 cm ini mengaku dirinya tidak memiliki trik khusus setiap kali menjalani pertandingan. Dia hanya mengaku bahwa satu modal utama adalah keberanian untuk menghadapi siapapun lawannya.
Namun, satu hal yang dimintanya untuk menambah semangatnya dalam bertanding adalah agar penonton bersedia nonton langsung di SU GBK untuk memberikan dukungan. Pasalnya hingga saat ini belum banyak yang menyaksikan dan memberikan dukungan langsung kepada tim yang diasuh oleh Aji Santoso ini.
"Saya pikir mau lawan siapapun tidak boleh takut. Saya pribadi siap mau lawan siapa saja, tidak akan takut. Tetapi mudah-nudahan, yang belum nonton langsung, untuk datang ke stadion GBK memberikan dukungan," Natsir menambahkan.
Seperti diketahui, dalam dua pertandingan yang sudah dijalani Timnas Indonesia U-23 dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2016, tim asuhan Aji Santoso berhasil memetik kemenangan dengan mencetak 7 gol dan tanpa kebobolan.
Berita Terkait
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Gunakan Format Kompetisi, Indonesia Bakal Bertemu Bulgaria di FIFA Series?
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi