Aksi unjuk rasa pendukung Persebaya [Antara]
Keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan sanksi pada PSSI dan klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia dinilai kebablasan. Pasalnya, lembaga bentukan pemerintah itu dinilai terlalu jauh mengurusi persepakbolaan nasional.
"BOPI itu tugasnya seharusnya membantu seluruh cabang olahraga profesional, tidak ada urusan untuk mematikan atau menyusahkan cabang-cabang olahraga," kata mantan Plt Ketua BOPI Harjo Yuniarto dalam Diskusi Olahraga Profesional Indonesia, di Hotel Blue Sky, Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Menurut dia, sesuai dengan Pasal 87 Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional dan Pembinaan dan Pengembangan sesuai pasal 58 undang-undang Nomor 3 Tahun 2005, tugas BOPI diantaranya melakukan pengawasan dan pengendalian.
Namun, BOPI ternyata melangkah lebih jauh dan bahkan melarang dua klub yaitu Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia dilarang turun dikompetisi tertinggi di Tanah Air karena tidak mampu lolos verifikasi terutama masalah legalitas tim.
"Kalau memang ingin menyelenggarakan sepak bola yang benar, beliau harus membuka pintu lebar untuk mendengar kritikan atau dukugan dari berbagai insan olahraga atau komunitas olahraga, bukan membentengi dengan orang-orangnya," katanya menambahkan.
Pria yang juga mantan Sekjen BOPI itu menjelasan, lembaga bentukan Kemenpora itu saat ini dibentengi oleh kelompok yang berseberangan dengan yang mengendalikan PSSI saat ini.
"Apakah orang ini yang memberikan informasi keliru sehingga kebijakan yang diputusakan menjadi keliru? Kenapa BOPI berani mengambil kebijakan yang jauh dari campur tangan dan kepanjangan tangan dia," katanya menegaskan.
Pernyataan sama dikatakan anggota Komite ad hoc Sinergis PSSI Togar Manahen Nero. Menurut dia, langkah yang dilakukan BOPI terlalu jauh. Untuk pihaknya menghimbau agar lembaga yang diketuai oleh Noor Aman itu dibubarkan.
Meski terus mendapatkan sorotan, BOPI tetap bekerja sesuai dengan tugasnya. Bahkan saat ini kembali mengeluarkan surat yang ditujukan kepada PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Liga Super Indonesia QNB.
Dalam surat dengan nomor 052/BOPI/KU/IV/2015, BOPI memberikan terguran tertulis terkait pelaksanaan jadwal kompetisi 2015. BOPI meminta kompetisi yang saat ini dihentikan sementara berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
"BOPI mengingatkan kepada PT Liga Indonesia untuk tetap menyelenggarakan kompetisi sesuai jadwal yang diberikan. Jika surat teguran tak diindahkan PT Liga, maka dapat berakibat pada pelaksanaan evaluasi atas rekomendasi yang diberikan BOPI kepada PT Liga Indonesia," kata surat yang ditandatangani oleh Ketua BOPI Noor Aman itu. (Antara)
"BOPI itu tugasnya seharusnya membantu seluruh cabang olahraga profesional, tidak ada urusan untuk mematikan atau menyusahkan cabang-cabang olahraga," kata mantan Plt Ketua BOPI Harjo Yuniarto dalam Diskusi Olahraga Profesional Indonesia, di Hotel Blue Sky, Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Menurut dia, sesuai dengan Pasal 87 Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional dan Pembinaan dan Pengembangan sesuai pasal 58 undang-undang Nomor 3 Tahun 2005, tugas BOPI diantaranya melakukan pengawasan dan pengendalian.
Namun, BOPI ternyata melangkah lebih jauh dan bahkan melarang dua klub yaitu Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia dilarang turun dikompetisi tertinggi di Tanah Air karena tidak mampu lolos verifikasi terutama masalah legalitas tim.
"Kalau memang ingin menyelenggarakan sepak bola yang benar, beliau harus membuka pintu lebar untuk mendengar kritikan atau dukugan dari berbagai insan olahraga atau komunitas olahraga, bukan membentengi dengan orang-orangnya," katanya menambahkan.
Pria yang juga mantan Sekjen BOPI itu menjelasan, lembaga bentukan Kemenpora itu saat ini dibentengi oleh kelompok yang berseberangan dengan yang mengendalikan PSSI saat ini.
"Apakah orang ini yang memberikan informasi keliru sehingga kebijakan yang diputusakan menjadi keliru? Kenapa BOPI berani mengambil kebijakan yang jauh dari campur tangan dan kepanjangan tangan dia," katanya menegaskan.
Pernyataan sama dikatakan anggota Komite ad hoc Sinergis PSSI Togar Manahen Nero. Menurut dia, langkah yang dilakukan BOPI terlalu jauh. Untuk pihaknya menghimbau agar lembaga yang diketuai oleh Noor Aman itu dibubarkan.
Meski terus mendapatkan sorotan, BOPI tetap bekerja sesuai dengan tugasnya. Bahkan saat ini kembali mengeluarkan surat yang ditujukan kepada PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Liga Super Indonesia QNB.
Dalam surat dengan nomor 052/BOPI/KU/IV/2015, BOPI memberikan terguran tertulis terkait pelaksanaan jadwal kompetisi 2015. BOPI meminta kompetisi yang saat ini dihentikan sementara berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
"BOPI mengingatkan kepada PT Liga Indonesia untuk tetap menyelenggarakan kompetisi sesuai jadwal yang diberikan. Jika surat teguran tak diindahkan PT Liga, maka dapat berakibat pada pelaksanaan evaluasi atas rekomendasi yang diberikan BOPI kepada PT Liga Indonesia," kata surat yang ditandatangani oleh Ketua BOPI Noor Aman itu. (Antara)
Tag
Komentar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta