Suporter Persebaya 1927 berunjuk rasa di depan Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (5/4), menolak pertandingan dan mendukung menpora dan keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Antara Foto/Herman Dewantoro.
Komisaris PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar menilai langkah Menteri Pemuda dan Olahraga dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah melakukan tugas dengan baik terhadap klub yang berlaga di QNB League, termasuk soal penyelesaian dualisme dan legalitas Persebaya dan Arema.
Saleh mengatakan, Menpora dan BOPI telah membantu FIFA, AFC serta PSSI untuk menyempurnakan kriteria klub profesional yang sesuai regulasi. Kriteria itu sendiri sebetulnya sudah sejak tujuh tahun lalu diberlakukan, namun tidak ada klub yang bisa memenuhinya.
"Menpora dan BOPI sudah melakukan kerja sesuai kewenangannya. Jadi ada hal apalagi yang salah dari kerja mereka?" ujar Saleh, Selasa (14/4/2015).
Sementara itu, terkait dengan keinginan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang akan berkirim surat ke Menpora Imam Nahrowi dan Presiden Joko Widodo, Saleh justru mempertanyakan sudut pandang Soekarwo.
Menurutnya, jika Soekarwo berkirim surat berdasarkan demo segelintir orang yang mengatasnamakan Bonek di Taman Bungkul pada Minggu (12/4/2015) lalu merupakan kesalahan besar.
" Jika Gubernur bicara demo dengan merujuk kepada aktivitas segelintir orang di Car Free Day minggu kemarin itu salah besar. Saat ini ratusan bahkan jutaan orang di Surabaya dan Indonesia berharap Persebaya yang sesungguhnya bisa hidup lagi," terangnya.
Terkait dengan dualisme Persebaya, Saleh tetap optimis akan selesai. Itupun dengan catatan, mereka yang bermasalah di PSSI tidak terpilih kembali dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar 18 April mendatang.
Seperti diketahui, dualisme Persebaya terjadi sejak bergulirnya Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).
Persebaya 1927 yang lebih dulu ada dan bermarkas di Wisma Karanggayam ini, memilih bermain di IPL. Sedangkan, di ISL muncul Persebaya lainnya yang kala itu dimanajeri Wisnu Wardana.
Puncaknya, Persebaya 1927 dianggap tidak memiliki legalitas dan tidak bisa bermain di kasta tertinggi sepakbola nasional. PSSI lebih memilih Persebaya yang saat ini berlaga di QNB League. (Yovie Wicaksono)
Saleh mengatakan, Menpora dan BOPI telah membantu FIFA, AFC serta PSSI untuk menyempurnakan kriteria klub profesional yang sesuai regulasi. Kriteria itu sendiri sebetulnya sudah sejak tujuh tahun lalu diberlakukan, namun tidak ada klub yang bisa memenuhinya.
"Menpora dan BOPI sudah melakukan kerja sesuai kewenangannya. Jadi ada hal apalagi yang salah dari kerja mereka?" ujar Saleh, Selasa (14/4/2015).
Sementara itu, terkait dengan keinginan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang akan berkirim surat ke Menpora Imam Nahrowi dan Presiden Joko Widodo, Saleh justru mempertanyakan sudut pandang Soekarwo.
Menurutnya, jika Soekarwo berkirim surat berdasarkan demo segelintir orang yang mengatasnamakan Bonek di Taman Bungkul pada Minggu (12/4/2015) lalu merupakan kesalahan besar.
" Jika Gubernur bicara demo dengan merujuk kepada aktivitas segelintir orang di Car Free Day minggu kemarin itu salah besar. Saat ini ratusan bahkan jutaan orang di Surabaya dan Indonesia berharap Persebaya yang sesungguhnya bisa hidup lagi," terangnya.
Terkait dengan dualisme Persebaya, Saleh tetap optimis akan selesai. Itupun dengan catatan, mereka yang bermasalah di PSSI tidak terpilih kembali dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar 18 April mendatang.
Seperti diketahui, dualisme Persebaya terjadi sejak bergulirnya Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).
Persebaya 1927 yang lebih dulu ada dan bermarkas di Wisma Karanggayam ini, memilih bermain di IPL. Sedangkan, di ISL muncul Persebaya lainnya yang kala itu dimanajeri Wisnu Wardana.
Puncaknya, Persebaya 1927 dianggap tidak memiliki legalitas dan tidak bisa bermain di kasta tertinggi sepakbola nasional. PSSI lebih memilih Persebaya yang saat ini berlaga di QNB League. (Yovie Wicaksono)
Komentar
Berita Terkait
-
Profil Craig Goodwin: Pemain Berlabel Timnas Australia yang Dirumorkan ke Persebaya
-
Persebaya Bikin Gebrakan: Bidik Bintang Piala Dunia 2022 yang Pernah Bobol Gawang Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Jelaskan Kapan Bonus Medali Emas SEA Games 2025 Cair
-
Minta Atlet Gunakan Bonus dengan Bijak, Erick Thohir: Satu Miliar Banyak Loh
-
Tembus Ratusan Triliun! Industri Olahraga Siap Jadi Raksasa Baru Ekonomi Indonesia
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Gagal di Piala Afrika 2025, Timnas Gabon Diskors Pemerintah, Staff Teknis Dibubarkan
-
Seleksi Timnas Indonesia U-20 Era Nova Arianto Dinilai Sulit: Banyak Pemain Berkualitas
-
3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Skuad Terbaik Asia 2025
-
Klasemen Liga Inggris: Arsenal Semakin Kokoh di Puncak usai Manchester City Imbang
-
Diimbangi Sunderland, Manchester City Tertinggal Empat Poin dari Arsenal
-
Faktor Kepemilikan Klub, Liam Rosenior Jadi Kandidat Kuat Nakhoda Baru Chelsea
-
Imbang Lawan Leeds United, Liverpool Tertahan di Posisi Empat Klasemen Sementara
-
Kylian Mbappe Alami Cedera Lutut, Terancam Absen hingga 3 Pekan
-
Suporter Kongo Viral di Piala Afrika 2025, Diam Membatu Selama 115 Menit Pertandingan
-
Eks Bomber Aston Villa: Arsenal Bakal Gampang Juara Premier League Musim Ini