Suara.com - Kapten tim Brasil, Neymar memutuskan meninggalkan kamp latihan tim Brasil setelah Federasi Sepak Bola Brasil tidak melakukan banding atas hukumannya selama empat pertandingan di Copa America.
Neymar telah meninggalkan markas tim Brasil di Santiago de Chile pada Senin (23/6/2015) waktu setempat. Ia memilih untuk pergi setelah CBF tidak mengajukan banding atas hukumannya saat skuatnya di kalahkan Kolombia 0-1 pekan lalu.
Keputusan Neymar untuk meninggalkan tim Brasil setelah melakukan pembicaraan dengan pelatih timnas Brasil, Dunga. Meski dalam aturan Neymar masih diizinkan tetap berlatih dengan rekan setimnya tapi tidak bermain.
Meski demikian, Neymar memilih untuk meninggalkan timnas Brasil guna memberikan kesepamatan kepada Dunga untuk lebih fokus. Bintang Barcelona ini juga mengaku tetap bersama skuatnya membuat dirinya tersiksa.
"Saya menunggu dengan harapan dan keyakinan hingga sampai titik ini saya memungkin belum diizinkan untuk terus berpartisipasi dalam Copa America. Sayang sekali, ini tidak mungkin," ungkap Neymar seperti dilansir AS.
"Saya tahu kehadiran saya dengan skuat adalah penting, sepeti semua pemain lainnya yang sekarang sudah harus lebih fokus dari sebelumnya untuk tetap total fokus pada pertandingan kedepan," ujarnya.
"Sebagai kapten saya selalu berusaha untuk menang. Terpisah dari mana pun saya ada, saya akan selalu ada bersama tim dan menginginkan kesuksesan bagi rekan tim saya. Tapi tetap di sini hanya berlatih membunuh saya dari dalam," kata Neymar.
"Ini sangat menyedihkan berlatih dan mempersiapkan sesuatu... Saya perlu mengekspresikan rasa ini pada skuat dan staff teknik, saya selalu ada. Jika Saya tetap tinggal, mungkin akan mengubah suasana tim," lanjut Neymar.
"Saya meminta kepada rekan setim saya untuk memaafkan saya namun saya yakin saya akan meninggalkan ini sebagai pelajaran dalam karir saya. Good Luck, Brasil," tukasnya.
Berita Terkait
-
Comeback yang Berakhir Air Mata: Mengapa Piala Dunia 2026 Jadi Mimpi Buruk Neymar?
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Sisi Lain Bomber Norwegia Antonio Nusa, Ternyata Penulis Buku Best Seller
-
Angkat Topi untuk Jepang, Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Tak Mainkan Neymar
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar
-
Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen
-
Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan
-
Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah
-
Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan
-
Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah
-
Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar
-
Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing