Suara.com - Tim PSM Makassar berencana akan memboyong sebanyak 25 pemain untuk tampil di turnamen Piala Jenderal Sudirman di Grup Bali, 14 November 2015.
Media Officer PSM, Ramli Manong di Parepare, Minggu (8/11/2015), mengatakan bahwa 25 pemain yang akan memperkuat tim Juku Eja itu termasuk tiga pemain asing, serta delapan pemain muda yang baru saja memperkuat tim di turnamen Habibie Cup 2015.
"Rencananya kami akan berangkat ke Bali pada 12 November mendatang. Kami juga mengikutsertakan sebanyak delapan pemain muda untuk memperkuat tim di Piala Jenderal Sudirman," katanya.
Khusus tiga pemain asingnya, mereka dipastikan membela PSM setelah manajemen mendaftarkan mereka untuk memperkuat tim itu. Ketiga pemain tersebut yakni Silvio Escobar sebagai striker, Patrice Nzekou (gelandang) dan Banaken Bazoken.
Setelah tersingkir dari Habibie Cup usai kalah dari Sidrap United di babak semifinal Minggu, tim asuhan Lestiadi itu akan langsung bertolak dan persiapan di Makassar. Ramli menjelaskan, pada turnamen tersebut PSM akan memberikan kesempatan pada pemain muda, apalagi aturannya harus memainkan pemain muda.
Pihaknya juga optimistis bisa bersaing, meski akan menurunkan sejumlah pemain muda. "Kami minta terjalin komunikasi yang baik antara pelatih dan pemain. Kami dari manajemen hanya mendukung penuh, dan untuk masalah tim tentu kita serahkan ke pelatih," katanya.
Sementara itu, Direktur Klub PSM Makassar, Sumirlan mengatakan, tidak mengalami masalah dan cukup diuntungkan dengan aturan yang dikeluarkan pihak penyelenggara yang mewajibkan setiap tim menurunkan dua pemain U-21 dalam starting eleven (tim inti) di turnamen Piala Sudirman. Pihaknya bahkan mendukung penuh aturan baru dari Mahaka Sports and Entertaiment selaku operator turnamen itu.
Menghadapi turnamen Piala Jenderal Sudirman ini, manajemen PSM Makassar memang siap mengolaborasikan antara pemain senior, asing, dan pemain muda dari U-21. Ini juga diakui bagian dari komitmen PSM untuk memberikan kesempatan lebih besar pada skuad muda yang ada.
Berdasarkan data pemain yang telah didaftarkan ke panitia turnamen, sejumlah pemain U-21 memang telah didaftarkan. Di antaranya adalah Ridwan (gelandang), Hasan Husain (gelandang), Syaiful (penjaga gawang), Wasiat (bek), Roberto Wiliam (striker), serta Rasyid Rahman Datu.
"Kami sudah dapat informasi soal aturan itu. Justru kita sebenarnya memiliki kontribusi atas keluarnya aturan itu, dengan harapan agar ada unsur pembinaan," ujar Sumirlan pula. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji