Suara.com - Bastian Schweinsteiger mendukung Louis van Gaal untuk mencapai kesuksesan di Manchester United seperti saat ia melatih di Bayern Munich, dan memohon kepada para penggemar untuk bersabar dan menunggu ide-ide pria Belanda itu dapat terlaksana dengan sempurna.
United hanya mencetak tiga gol dari lima penampilan terakhirnya namun mereka menghuni peringkat keempat di klasemen Liga Utama Inggris, tertinggal dua angka dari pemuncak klasemen Manchester City, dan juga memuncaki klasemen grup Liga Champions mereka.
Bagaimanapun, tim ini dikritik karena dianggap kurang kreatif dan para penggemar mencemooh penampilan mereka belakangan ini, sedangkan gaya permainan pria Belanda itu yang mendasarkan pada penguasaan bola memicu suara negatif dari sejumlah mantan pemain, di antaranya Paul Scholes, yang menyebut tim itu "membosankan". Schweinsteiger, yang merupakan bagian dari tim Bayern Munich 2009/2010 yang dilatih Van Gaal dan menjuarai Liga Jerman dan Piala Jerman, menarik perbandingan terhadap masa kerja pria itu di Jerman dan situasi terkini United.
"Saya melihat adanya kesamaan antara Louis van Gaal di sini dan di Bayern Munich," ucap sang gelandang kepada situs resmi klub itu, Manutd.com.
"Di Munich, dibutuhkan waktu sebelum tim memahami benar bagaimana sepak bola yang ia ingin kami mainkan, namun pada akhirnya kami memenangi gelar Liga Jerman dan menembus final Liga Champions," ujarnya.
"Anda harus bersabar. Namun tentu saja, selama itu Anda harus menang, Anda harus mendapatkan hasil-hasil (bagus), dan Anda harus mencetak gol," tambahnya.
"Ini bukan tentang Oktober atau November -- ini tentang Mei. Saya yakin Louis akan membawa kesuksesan ke United. Saya yakin bahwa itu akan terjadi namun kami harus melakukan pekerjaan kami dan kami harus berkembang," tambahnya.
Pemain yang telah membawa negaranya menjuarai Piala Dunia ini memahami rasa tidak senang para penggemar dengan gaya bermain Van Gaal yang membosankan, dibandingkan dengan gaya bermain United yang menyerang di masa lalu, namun menegaskan bahwa ada lebih dari satu cara untuk mencapai kesuksesan.
"Sepakbola bukan hanya tentang menyerang. Terdapat tim-tim dengan gaya bermain yang berbeda-beda, dan mereka juga memenangi gelar-gelar. Namun saya pikir, khususnya pada pertandingan-pertandingan kandang, kami harus menekan dan bergerak ke depan. Ketika Anda bermain melawan tim bagus yang bertahan dengan sepuluh pemain, tidak mudah untuk menemukan celah-celah," tuturnya.
United akan melawat ke markas tim peringkat ke-11 Watford pada 21 November, ketika liga dilanjutkan setelah jeda internasional. [Antara/Reuters]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta