Suara.com - Laga El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona mendapatkan pengamanan yang ketat. Sekretaris Negara Bidang Keamanan Spanyol, Francisco Martínez, menegaskan bahwa mereka akan menggandakan petugas kepolisian untuk mengamankan El Clasico.
Menyusul serangkaian serangan teror di Paris pada Jumat kemarin, beberapa pertandingan persahabatan internasional antara Belgia dan Spanyol telah dibatalkan, begitu juga dengan pertandingan Jerman dan Belanda yang juga dibatalkan karena alasan keamanan.
Sementara di akhir pekan ini Madrid akan menghadapi musuh besarnya, Barca yang merupakan salah satu pertandingan besar di era sepak bola modern. Sebab itu komisi anti kekerasan Spanyol pun beremu untuk membahas persiapan laga El Clasico ini.
Martinez mengumumkan hasil pertemuan itu bahwa petugas pengamanan akan dua kali lipat diturunkan di Santiago Bernabeu. "Kami akan memiliki langkah-langkah keamanan yang intensif dan kami akan memperkuat jumlah polisi dua kali lipat petugas," ungkapnya.
"Akan ada setidaknya 1.000 petugas dari pihak kepolisian dan lain 1.400 personel keamanan swasta, yang harus Anda menambahkan polisi kota, Samur [staf medis] dan petugas pemadam kebakaran," jelas Martinez.
Pihak keamanan Spanyol telah menyatakan bahwa pertandingan El Clasico ini dianggap berisiko tinggi namun mereka tetap meminta para fans tetap datang seperti biasa. (Scoresway).
Berita Terkait
-
Ricuh Copa Del Rey! Polisi Dituding Membiarkan Bus Atletico Madrid Diserang Ultras Barcelona
-
Cerita Eks Ahli Gizi Real Madrid Kerja di Lingkungan Toxic: Saya Mimpi Buruk Tiap Malam
-
Pemilu Presiden Barcelona Sengit! Kandidat Lain Usung Koalisi Bersama Lawan Joan Laporta
-
Manchester City vs Real Madrid Memanas! Duel Liga Champions Diselimuti Perang Transfer 2026
-
Kenapa Barcelona Gagal ke Final Copa del Rey meski Menang 3-0 atas Atletico Madrid?
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Disebut Layak Bela Timnas oleh Pelatihnya, Sebagus Apa Statistik Rivaldo Pakpahan?
-
Badai Cedera, 5 Pemain Baru Ini Berpeluang Debut Manis untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Trump Tidak Ambil Pusing Timnas Iran Main di Piala Dunia 2026: Energinya Sudah Habis
-
Beckham Putra Jaga Pola Makan selama Ramadan, Hindari Gorengan
-
John Herdman Gigit Jari Pemain Keturunan Calon Mesin Gol Timnas Indonesia Alami Cedera Paha
-
Man City Ditahan Imbang Nottingham Forest, Ini Kata Pep Guardiola Soal Persaingan Gelar Juara
-
Singkirkan Athletic Club, Real Sociedad Tantang Atletico Madrid di Final Copa del Rey
-
Kalah dari 10 Pemain Newcastle United, Manchester United Tetap di Posisi Ketiga Klasemen
-
MU Kalah Lawan 10 Pemain Newcastle United, Ini Komentar Jujur Michael Carrick
-
Irak Krisis Jelang Playoff Piala Dunia 2026: Pelatih Terjebak di UEA, Pemain Kesulitan Urus Visa