Suara.com - Pendatang baru Liga Utama Inggris Bournemouth akan dijatuhi denda setelah melanggar peraturan-peraturan "Financial Fair Play" Football League saat mereka bangkit ke kasta tertinggi.
Pernyataan dari Football League mengatakan bahwa Bournemouth merupakan salah satu dari beberapa klub yang telah melampaui jumlah enam juta pound lebih banyak dari pada yang mereka dapat dari pemasukan -- enam juta pound merupakan jumlah penyimpangan maksimal.
Mantan juara Inggris Nottingham Forest dan Fulham juga melanggar peraturan dan akan dikenai embargo transfer untuk sisa musim.
Bournemouth menjuarai Championship musim lalu untuk mendapat tiket promosi ke Liga Utama Inggris untuk pertama kalinya.
"AFC Bournemouth menyadari penuh sanksi keuangan yang dijatuhkan Football League terkait financial fair play, dan saat ini sedang melakukan dialog positif dengan Football League untuk mencapai hasil yang memuaskan," kata klub.
"Klub akan memberi informasi kepada para penggemar ketika hasilnya telah dicapai dan tidak akan memberikan komentar lebih jauh untuk saat ini." Detail mengenai jumlah denda Bournemouth kelihatannya tidak akan dipublikasikan, namun akan ditentukan oleh berapa banyak mereka melanggar ambang batas tersebut.
Peraturan-peraturan keuangan yang baru di Football League musim ini mengizinkan jumlah penyimpangan mencapai 13 juta pound. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Eks Winger Liverpool Ditangkap Polisi di Bandara, Terlibat Kasus Apa?
-
Analisis: Taktik Jitu Andoni Iraola Obrak Abrik Jantung Pertahanan Manchester United
-
Anak Patrick Kluivert: Saya Layak Masuk Buku Guinness World Records
-
Striker AFC Bournemouth Dominic Solanke Diincar Tottenham Hotspur
-
Klasemen Terbaru Liga Inggris usai Tottenham dan Chelsea Menang
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan