Suara.com - Gol bek John Terry yang berbau off side pada menit 98 berhasil membatalkan kemenangan Everton di kandang Chelsea, Stamford Bridge di lanjutan kompetisi Liga Primer Inggris yang berlangsung dramatis pada Sabtu malam (16/1/2015).
Gol kontroversial itu seakan menebus dosa Terry, karena bek gaek itu di telah mencetak gol pertama Everton di laga itu. Ya, Everton unggul pada menit 50 setelah Terry menyundul umpang Leighton Banes ke gawang rekan setimnya, Thibault Coutois.
Terry seperti memulai drama di laga itu. Hanya enam menit berselang, tuan rumah kembali kebobolan. Kali ini Kevin Mirallas yang menambah ketegangan di laga itu, setelah dia mencetak gol kedua Everton.
Chelsea bereaksi cepat setelah itu. Di menit 64 Diego Costa membalas satu gol, memanfaatkan umpan lambung jauh Cesc Fabregas. Dua menit berselang, tensi laga semakin tinggi karena Fabregas berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, lewat tendangannya dari luar kotak penalti.
Tetapi di menit-menit terakhir, puluhan ribu penonton yang memadati Stanford Bridge menahan nafas karena Ramiro Funes Mori berhasil membawa Everton unggul 3-2. Ia dengan sempurna membelokkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Chelsea menjadi gol.
Ketika seisi stadion mengira laga akan berakhir dengan kemenangan Everton - yang juga berarti kekalahan pertama manajer Gus Hiddink sejak menukangi Chelsea pada Desember - keajaiban terjadi.
Terry, yang dari tayangan di ulang terlihat berada di belakang bek terakhir Everton, berhasil membobol gawang Everton tepat di akhir laga. Golnya disambut gegap gempita para pendukung Chelsea dan memaksa laga berakhir imbang.
Satu poin dari laga itu tak banyak membawa perubahan bagi kedua tim. Chelsea masih terpuruk di urutan 14 dengan 25 poin dari 22 laga. Sementara Everton gagal menggeser Southampton dari urutan 10, karena hanya punya 29 poin dari 22 laga. (Soccerway)
Berita Terkait
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
-
Ditahan Imbang Everton, Pep Guardiola Pasrah Soal Perburuan Gelar Juara
-
Cesc Fabregas Puji Sosok Asal Indonesia di Tengah Isu Latih Chelsea
-
Klasemen Liga Inggris: Manchester City Tertahan, Chelsea Gagal ke Liga Champions
-
Man City Ditahan Everton, Pep Guardiola Akui Nasib Gelar Juara Tak Lagi di Tangan Sendiri
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir