Suara.com - Kesuksesan Arema Cronus menjuarai Bhayangkara Cup 2016 memiliki makna khusus bagi Hamka Hamzah. Kapten Arema itu menilai keberhasilannya membawa tim Singo Edan keluar sebagai yang terbaik tersebut membuktikan dirinya masih kompetitif.
Usia yang sudah menginjak 32 tahun tak jadi halangan baginya untuk tetap tampil prima. "Usia tua tidak menghalangi saya untuk berprestasi. Sebagai kapten, saya harus memotivasi dan memberi contoh yang baik," kata Hamka usai final Bhayangkara Cup 2016, Minggu (3/4/2016).
Sementara itu, pelatih Arema Cronus, Milomir Sislija, turut memuji penampilan bek yang telah banyak malang melintang memperkuat sejumlah klub top di Indonesia ini.
"Memang usianya sudah tak lagi muda, tapi tidak dengan visi misi bermainnya, ia selalu memberi pengaruh baik di atas lapangan," kata Milomir Sislija.
Arema Cronus akhirnya dinobatkan sebagai juara turnamen Bhayangkara Cup 2016 setelah di partai puncak mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-0.
Gol pembuka kemenangan Singo Edan dicetak pemain naturalisasi, Raphael Maitimo, pada menit 58 setelah sebelumnya mendapatkan umpan manis dari Srdan Lopicic.
Sedangkan gol kedua dicetak pemain pengganti Sunarto pada menit 84. Dengan kemenangan ini, tim kebanggaan Arek Malang tersebut berhak mendapatkan hadiah Rp2,5 miliar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan