Suara.com - Mantan penyerang tim nasional Argentina, Jorge Valdano, mengaku tak heran dengan keputusan Lionel Messi yang pensiun dari timnas di usia yang baru 29 tahun. Menurutnya, hal itu merupakan buntut dari tekanan dan frustasi sang bintang.
Seperti diketahui, Messi tak hanya membuat publik Argentina, tapi juga dunia terkejut dengan keputusannya gantung sepatu dari timnas. Kebijakan ini diambilnya usai Tim Tango takluk dalam adu penalti di final Copa America Centenario 2016 dari Cile, Minggu (26/6/2016).
Messi bahkan menangis saat pertandingan usai, lantaran hal itu jadi kegagalan keempatnya di final turnamen internasional bersama Argentina--Piala Dunia 2014 dan Copa America 2007, 2015, dan 2016.
Sebelumnya, legenda dan mantan pelatih Argentina, Diego Maradona, sempat mengkritik Messi tak punya kepribadian sebagai pemimpin di lapangan.
"Tidak mudah menerima tekanan di negara seperti Argentina yang memiliki hubungan yang berlebihan dalam sepakbola. Dalam setiap turnamen, pemain terbaik (Argentina) hanyalah Messi. Ini tidak adil semua frustasi berfokus pada dirinya," kata Valdano, 60 tahun.
"Di Argentina, mereka meminta Messi bermain seperti di Barcelona dimana dia telah memenangkan 28 trofi. Ini benar-benar tak mungkin karena tingkat tekanannya berbeda total. Dengan Barcelona dia 60 kali lakukan sentuhan bola, sedangkan dengan Argentina hanya 30 kali," sambung Valdano. (ESPN)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Muka Masam Sir Alex Ferguson Usai Manchester United Ulangi Rekor Buruk 44 Tahun Lalu
-
Kronologis Amukan Antonio Conte, Tendang Botol Minum, Teriak-teriak hingga Semprot Wasit
-
Ditolak Tunisia, Patrick Kluivert Tak Laku Usai Dipecat dari Timnas Indonesia
-
Statistik Miris Gyokeres Tertutup dengan Kehebatan Arsenal, The Gunners Kena Prank Rp1,44 T
-
Panggung Perdana John Herdman: Pimpin Timnas Indonesia Lawan Raksasa Eropa
-
Viral Gol Haram Tercipta di Laga Liga 2, Exco PSSI Janji Akan Evaluasi Wasit
-
Persembahkan 4 Gelar, Ini Kata-kata Hansi Flick Usai Bawa Barcelona Hajar Real Madrid di Final
-
John Herdman Kurang Fit, Kelelahan?
-
Alessandro Bastoni Bongkar Kesalahan Inter Usai Ditahan Napoli: Kami Seharusnya Bisa Menang!
-
Scott McTominay Puji Mental Baja Napoli, Sindir Inter Milan Usai Hasil Imbang