Bola / Liga Inggris
Senin, 08 Agustus 2016 | 04:54 WIB
Manajer MU Jose Mourinho dalam sebuah konferensi pers. [AFP]

Suara.com - Manajer anyar Manchester United (MU), Jose Mourinho, mendedikasikan kemenangan kompetitif perdana timnya 2-1 atas Leicester City dalam laga Community Shield, Minggu (7/8/2016), kepada sejumlah orang. Salah satunya adalah mantan manajer MU, Louis van Gaal. Apa alasannya?

Seperti diketahui, Van Gaal resmi hengkang dari MU akhir musim lalu, kendati tim itu sempat merebut satu trofi yakni Piala FA. Usai itulah kemudian, Mourinho yang sudah lama disebut-sebut bakal ke MU, akhirnya benar-benar direkrut tim yang bermarkas di Old Trafford itu.

Sukses perdana Mou di MU ini sendiri disokong peran salah satu bintang anyarnya, Zlatan Ibrahimovic, yang mencetak gol penentu kemenangan. MU sempat unggul lebih dulu atas Leicester lewat gol Jesse Lingard, namun juara Liga Inggris musim lalu tersebut membalas lewat Jamie Vardy, sebelum kemudian Ibra menentukan hasil akhirnya.

 
Atas sukses ini, Mou pun menyampaikan penghormatannya kepada Van Gaal, dengan mendedikasikan kemenangan tersebut kepada sang pelatih asal Belanda. Salah satu alasannya adalah karena Van Gaal telah membuka jalan bagi kemenangan tim yang kini ditanganinya tersebut.

"Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini kepada delapan orang; tujuh pemain yang tidak terpilih, dan sosok yang membuat kami bisa berada di sini yakni Louis Van Gaal," ungkap Mourinho, seperti dikutip BT Sport.

"Tanpa dia (Van gaal), kami tidak akan merayakannya (kemenangan) di sini," sambungnya.

"Ini adalah kemenangan yang penting, tapi tentu saja, kami masih punya banyak pekerjaan. Sebagian di antara anak-anak ini (pemain) baru menjalani latihan satu minggu, (termasuk) Anthony Martial, Ibrahimovic, Marouane Fellaini. Ini bukanlah pra-musim yang penuh," ucapnya lagi.

"Tapi selalu penting artinya bisa mengawali (musim kompetisi) dengan sebuah trofi," tambah Mourinho pula.

Akan halnya Ibra yang mencetak gol penentu kemenangan, Mourinho justru mengaku berharap striker asal Swedia itu bisa memberikan kontribusi yang lebih lagi di pekan-pekan mendatang.

"Zlatan akan lebih berbahaya ketika kami bisa lebih dominan dan bermain lebih dekat ke kotak penalti lawan," ujar Mourinho.

"Dia bukanlah pemain yang bermain membahayakan (pada posisi) 50 meter dari gawang lawan. Dia butuh mereka (rekan setimnya) untuk menciptakan peluang, dan kami perlu mengubah itu. Tim ini adalah soal penguasaan dan bagaimana memutar ulang bola," tambahnya.

"Kami mencoba mengubah itu, dan gol kedua tersebut adalah contoh bagus untuk itu," tandas Mourinho. [Soccerway]

Load More