Suara.com - Kesebelasan Mitra Kutai Kartanegara memetik poin penuh setelah menundukkan tamunya Semen Padang dengan skor 2-0, pada laga lanjutan "Torabika "Soccer Championship" di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Senin (22/8/2016).
Dengan raihan tiga poin tersebut Mitra Kukar menempati posisi ke-11 klasemen sementara TSC dengan 20 poin, sedangkan Semen Padang berada pada posisi 6 dengan raihan 26 poin.
Pada babak pertama, Mitra Kukar langsung mengambil inisiatif penyerangan.
Beberapa peluang sempat tercipta lewat kerja sama apik trisula tim berjuluk Naga Mekes tersebut, yakni Marlon Dasilva, Septian David, dan Hendra Bayau.
Hasilnya, menit ke-18 Marlon berhasil membuat Mitra Kukar unggul 1-0 setelah memanfaatkan umpan Septian David.
Di babak kedua, para pemain Mitra Kukar tidak mengendurkan serangan dan di menit ke-50, anak asuh Jafri Sastra berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0, lewat tendangan keras Anindito.
Skor 2-0 untuk Mitra Kukar tersebut bertahan hingga wasit meniup pluit panjang tanda akhir pertandingan.
Pelatih Kepala Mitra Kukar Jafri Sastra, mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. "Ini akan menambah kepercayaan diri para pemain. Saya memotivasi dengan mengatakan bahwa Mitra Kukar ini adalah 'Naga Mekes' atau Naga Galak, jadi harus punya gairah untuk tampil lebih baik dan percaya diri," ujarnya.
Kapten Mitra Kukar Bayu Pradana mengatakan, kembalinya Jafri Sastra sebagai pelatih, lebih meningkatkan motivasi para pemain. "Tapi bukan pelatih yang sebelumnya tidak bagus. Intinya, kami lebih bergairah dan ini karena kerja keras tim," katanya.
Sementara, Pelatih Kepala Semen Padang Nil Maizar mengatakan, anak asuhnya hanya kurang fokus sehingga strategi tak berjalan dengan baik.
Sedangkan penyerang Semen Padang Nur Iskandar, mengatakan petandingan bagus tapi mereka kurang fokus. "Padahal, Mitra Kukar ini biasa-biasa saja, tapi karena kami kurang fokus saja," ujar Nur Iskandar. (Antara)
Berita Terkait
-
Imran Nahumarury Bertekad Bawa Semen Padang Kembali ke Super League
-
Rizky Ridho Kecewa Persija Kalah, Tragedi Kartu Merah Gagal Beri Kado untuk Jakmania
-
Drama Super League: Persis Solo Turun Kasta Meski Bungkam Persita
-
Persija Bidik Akhir Manis di JIS, Ardhi Tjahjoko Tegaskan Wajib Menang Lawan Semen Padang
-
Haram Remehkan Tim Degradasi, Persija Jakarta Bidik Kemenangan Manis di Laga Pamungkas Super League
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia
-
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam
-
Pyswar Ala Hajime Moriyasu, Sebut Negara Ini Lebih Hebat dari Brasil
-
Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota