Bola / Bola Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 | 08:19 WIB
Rizky Ridho (Ileague)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta menelan kekalahan tipis 0-1 saat bertandang ke markas Semen Padang.

  • Kapten Rizky Ridho mengakui skuadnya gagal menerapkan instruksi taktis dari pelatih dengan baik.

  • Kekalahan ini memupus harapan tim mempersembahkan kemenangan di hari ulang tahun Jakmania.

Suara.com - Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya tumbang di tangan Semen Padang. Laga Super League krusial ini berakhir dengan kekalahan tipis yang memukul mental skuad Macan Kemayoran.

Ketidakmampuan para pemain dalam menerjemahkan strategi pelatih di lapangan menjadi murninya penyebab kegagalan ini. Evaluasi total kini menjadi harga mati bagi seluruh elemen tim demi memperbaiki posisi di klasemen.

Kekalahan ini terasa kian getir karena menggagalkan misi skuad membawa pulang poin penuh dari ranah Minang. Macan Kemayoran sejatinya membidik kemenangan sebagai persembahan khusus untuk basis pendukung setia mereka.

Hasil Super League: Maxwell Gagal Penalti, Persija Jakarta Ditahan PSIM 1-1. [Dok. IG PSIM]

Disiplin bertanding menjadi persoalan pelik yang langsung merusak skema permainan yang telah dipersiapkan. Dua kartu merah yang diterima pemain Persija memaksa tim berjuang ekstra keras di bawah tekanan.

“Banyak kemauan Coach belum bisa kami lakukan dengan baik. Kami pun terkena kartu merah. Di ruang ganti, Coach berbicara kepada kami agar melanjutkan dan berusaha lebih baik lagi di babak kedua,” kata Ridho usai laga dikutip dari laman Persija Jakarta.

Kehilangan pilar penting di babak pertama mengacaukan keseimbangan taktik yang diinstruksikan dari pinggir lapangan. Kendati demikian, perjuangan untuk menyamakan kedudukan tetap diupayakan hingga peluit panjang berbunyi.

Jordi Amat (Kiri) dan Rizky Ridho (Kanan). (persija.id)

“Di babak kedua, kami berusaha menjalankan apa yang Coach minta. Meskipun bermain dengan 10 pemain, kami tetap berusaha menyerang dan mencetak gol,” tuturnya lagi.

Bek tengah andalan Timnas Indonesia tersebut merasa bersalah gagal menuntaskan misi emosional pada laga ini. Target memberikan kado manis bagi kelompok suporter Jakmania yang sedang merayakan hari jadi akhirnya kandas.

“Tekad kami datang ke sini adalah untuk memenangkan pertandingan dan memberikan hadiah kemenangan bagi Jakmania yang sedang berulang tahun. Namun, kami kebobolan satu gol dan akhirnya kalah. Ke depan, kami harus fokus untuk pertandingan selanjutnya,” ucapnya.

Baca Juga: Eliano Reijnders Sebut Fanatisme Bobotoh Mengalahkan Atmosfer Kegilaan Eropa

Kegagalan mengamankan poin di laga tandang ini menjadi tamparan keras bagi konsistensi performa tim. Fokus kini harus segera dialihkan pada persiapan matang menghadapi pertandingan berikutnya.

Desakan Introspeksi untuk Mutu Kompetisi
Lebih jauh, sang kapten juga memberikan sorotan tajam terhadap jalannya pertandingan secara keseluruhan. Ia meminta adanya refleksi besar dari semua pihak yang terlibat dalam industri sepak bola nasional.

“Ketika pemain melakukan kesalahan atau apa pun itu, kami harus belajar agar lebih baik dan mengevaluasi supaya ke depannya menjadi lebih baik. Saya berharap, saya mohon agar liga kita bisa lebih baik lagi dan para pemain juga lebih baik lagi. Semua orang harus introspeksi dan belajar ke depannya. Untuk penilaian, silakan teman-teman menilai sendiri, layak atau tidak,” ujar Ridho.

Pernyataan tersebut mengindikasikan perlunya pembenahan komprehensif agar kualitas kompetisi sepak bola kian meningkat. Profesionalisme di atas lapangan harus dibarengi dengan kepemimpinan laga yang adil.

Pertandingan sengit antara Semen Padang menjamu Persija Jakarta ini digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, pada Minggu (22/12/2025) malam. Hasil akhir 0-1 menyisakan banyak catatan merah bagi tim tamu.

Petaka Persija dimulai saat Figo Dennis diusir wasit pada menit ke-37, disusul Fabio Calonego di masa injury time. Gol bunuh diri Jordi Amat dan dianulirnya gol Macwell Souza melengkapi malam kelabu Macan Kemayoran.

Load More