Suara.com - Calon Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyatakan dukungan pemerintah terhadap organisasi sepakbola terbesar nasional itu bersifat mutlak.
"Saya tidak mungkin maju jika tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah," kata Moeldoko melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Mantan Panglima TNI itu menyebutkan pertimbangan utama mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI lantaran dukungan pemerintahan Joko Widodo.
Dikatakan Moeldoko, PSSI merupakan anggota FIFA namun juga sebagai aset bangsa yang harus dikelola bersama pemerintah untuk kebaikan masyarakat Indonesia.
"Moeldoko mencontohkan kekisruhan PSSI dengan pemerintah berdampak besar terhadap perkembangan sepakbola nasional termasuk nasib pemain, klub maupun hubungannya dengan FIFA.
Pensiunan TNI lulusan terbaik AKABRI 1981 itu mengatakan dukungan pemerintah akan menentukan kemajuan sepakbola pada suatu negara karena meliputi berbagai aspek seperti politik, hukum, sosial, ekonomi dan budaya.
Seperti halnya ketika terjadi kekisruhan antara pemerintah dengan PSSI pada awal 2011, sepakbola nasional mendadak hilang usai menjadi tuan rumah Piala Asia 2007 dan Piala AFF 2010.
Purnawirawan jenderal TNI bintang empat itu berharap pelaksanaan Kongres PSSI pada 17 Oktober 2016 berjalan demokratis dengan semangat rekonsiliasi, tanpa manipulasi dan politik uang.
Lebih lanjut, Moeldoko mengungkapkan kepemimpinan yang kuat akan berpengaruh terhadap kualitas kinerja PSSI dengan mengedepankan "humas relation" untuk kemajuan organisasi.
"Saya berharap seluruh proses kongres sebelum, selama dan setelah pelaksanaan harus berjalan sesuai nilai dan prinsip demokrasi yang terbuka, fair, adil dan saling respek dalam kesetaraan," tutur Moeldoko.
Moeldoko pun mengajak seluruh pihak berkepentingan sepakbola Indonesia meninggalkan masa lalu yang kelam dan menyambut masa depan untuk kemajuan persepakbolaan nasional. (Antara)
Berita Terkait
-
Kongres PSSI 2026 Digelar Berbarengan Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Moeldoko Sentil Pemerintah Terkait Nasib Subsidi Mobil Listrik yang Bikin Konsumen Bingung
-
Moeldoko: Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Biaya BBM dari Rp 6 Juta Jadi Rp 800 Ribu
-
Moeldoko Kenang Try Sutrisno: Sosok Panglima Agitator yang Bakar Semangat Prajurit
-
Qodari Ungkap Perbedaan KSP Era Baru: Lebih Fokus pada Verifikasi Lapangan dan Pendekatan Holistik
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup
-
Appi: Saya Masih Tetap Kader Partai Golkar
-
Final Piala Dunia 2026: Foto Lionel Messi Mandikan Lamine Yamal Kembali Viral
-
Jembatan KA Matraman Aman, Tak Ada Kerusakan Struktur Usai Truk Molen Tersangkut
-
Rayakan Anniversary 10 Tahun, Proyek Spesial Stranger Things Bakal Hadir
-
Kontribusi Nyata BRI, Setorkan Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026
-
Kisahkan Dunia Bedah Kosmetik, Serial Plastic Beauty Tayang September 2026
-
Denny Sumargo Cerita Perjuangan Bangun Burger Bangor, Kini Rayakan 7 Tahun dengan Bangor Fest Vol. 4
-
KDKMP Didesak Evaluasi, YLBHI Soroti Peran Agrinas Pangan Nusantara
-
Dituding Jadi Ani-Ani Eks Jampidsus Febrie, Yuenchi Arwindi Buka Suara