- Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, mendukung penggunaan kendaraan listrik untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran energi bagi individu, korporasi, serta negara.
- Kebijakan peralihan ke kendaraan listrik bertujuan menjaga stabilitas ekonomi domestik dari lonjakan harga energi akibat ketidakpastian geopolitik global.
- Pengurangan konsumsi BBM akan menekan beban subsidi energi dan biaya kesehatan nasional sehingga anggaran negara lebih produktif.
Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko menilai kebijakan pemerintah untuk utamakan penggunakan kendaraan listrik untuk menghemat BBM telah tepat. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik memiliki dampak langsung terhadap efisiensi pengeluaran, baik di level individu, korporasi, maupun negara.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu mengaku dirinya juga pengguna kendaraan listrik. Dan merasa lebih hemat dalam pengeluaran untuk bahan bakar.
"Saya dulu biasanya menggunakan mobil biasa Rp6 juta dalam 1 bulan untuk beli bensin. Sekarang dengan mobil listrik hanya Rp800 ribu. Berarti saya punya penghematan 5,2 juta. Itu bisa untuk belanja yang semakin sehat dalam rumah tangga saya. Sama juga korporasi, kalau korporasi menggunakan itu, maka dia punya penghematan untuk perusahaannya," kata Moeldoko, ditemui di Bogor, Kamis (9/4/2026).
Dorongan penggunaan kendaraan listrik ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi global, termasuk dampak konflik geopolitik akibat perang antara Amerika Serikat dengan Iran yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.
Dalam konteks ini, pengurangan konsumsi BBM menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Selain aspek ekonomi, Moeldoko juga menyoroti dampak lingkungan dari penggunaan kendaraan listrik yang dinilai dapat menekan biaya kesehatan nasional.
"Dengan menggunakan mobil listrik, kita berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Dengan lingkungan yang bersih, masyarakat terhindar dari sakit, maka BPJS akan berkurang memberikan suntikan, subsidi," katanya.
Ia menilai, berkurangnya beban kesehatan akibat polusi dapat berdampak lanjutan terhadap pengeluaran negara.
“Pemerintah mengurangi lagi subsidinya sehingga bisa untuk belanja yang lain,” lanjutnya.
Baca Juga: Pertamax Cs Bakal Naik? Intip 5 Mobil Irit yang Gak Rewel Minum Pertalite
Lebih jauh, Moeldoko menekankan bahwa penggunaan kendaraan listrik juga berkontribusi langsung terhadap pengurangan beban subsidi energi yang selama ini membebani anggaran negara. Ia menilai, jika beban subsidi tersebut bisa ditekan, anggaran negara dapat dialihkan untuk sektor lain yang lebih produktif.
"Sekarang ini kan kurang lebih Rp191 triliun untuk subsidi BBM. Kalau itu berkurang, bisa nanti untuk pendidikan, bisa untuk kesehatan, jaringan sosial, dan sebagainya," pungkas Moeldoko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram
-
Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar
-
Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota
-
Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
-
Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi