News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 16:00 WIB
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, mendukung penggunaan kendaraan listrik untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran energi bagi individu, korporasi, serta negara.
  • Kebijakan peralihan ke kendaraan listrik bertujuan menjaga stabilitas ekonomi domestik dari lonjakan harga energi akibat ketidakpastian geopolitik global.
  • Pengurangan konsumsi BBM akan menekan beban subsidi energi dan biaya kesehatan nasional sehingga anggaran negara lebih produktif.

Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko menilai kebijakan pemerintah untuk utamakan penggunakan kendaraan listrik untuk menghemat BBM telah tepat. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik memiliki dampak langsung terhadap efisiensi pengeluaran, baik di level individu, korporasi, maupun negara.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu mengaku dirinya juga pengguna kendaraan listrik. Dan merasa lebih hemat dalam pengeluaran untuk bahan bakar.

"Saya dulu biasanya menggunakan mobil biasa Rp6 juta dalam 1 bulan untuk beli bensin. Sekarang dengan mobil listrik hanya Rp800 ribu. Berarti saya punya penghematan 5,2 juta. Itu bisa untuk belanja yang semakin sehat dalam rumah tangga saya. Sama juga korporasi, kalau korporasi menggunakan itu, maka dia punya penghematan untuk perusahaannya," kata Moeldoko, ditemui di Bogor, Kamis (9/4/2026).

Dorongan penggunaan kendaraan listrik ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi global, termasuk dampak konflik geopolitik akibat perang antara Amerika Serikat dengan Iran yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia. 

Dalam konteks ini, pengurangan konsumsi BBM menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Selain aspek ekonomi, Moeldoko juga menyoroti dampak lingkungan dari penggunaan kendaraan listrik yang dinilai dapat menekan biaya kesehatan nasional.

"Dengan menggunakan mobil listrik, kita berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Dengan lingkungan yang bersih, masyarakat terhindar dari sakit, maka BPJS akan berkurang memberikan suntikan, subsidi," katanya.

Ia menilai, berkurangnya beban kesehatan akibat polusi dapat berdampak lanjutan terhadap pengeluaran negara.

“Pemerintah mengurangi lagi subsidinya sehingga bisa untuk belanja yang lain,” lanjutnya.

Baca Juga: Pertamax Cs Bakal Naik? Intip 5 Mobil Irit yang Gak Rewel Minum Pertalite

Lebih jauh, Moeldoko menekankan bahwa penggunaan kendaraan listrik juga berkontribusi langsung terhadap pengurangan beban subsidi energi yang selama ini membebani anggaran negara. Ia menilai, jika beban subsidi tersebut bisa ditekan, anggaran negara dapat dialihkan untuk sektor lain yang lebih produktif.

"Sekarang ini kan kurang lebih Rp191 triliun untuk subsidi BBM. Kalau itu berkurang, bisa nanti untuk pendidikan, bisa untuk kesehatan, jaringan sosial, dan sebagainya," pungkas Moeldoko.

Load More