Suara.com - Perwakilan dari 28 klub sepak bola di Kota Bekasi, Jawa Barat, mendesak perubahan pengurus di tubuh manajemen kesebelasan Persipasi.
"Percuma punya stadion bertaraf Internasional, tapi klub sepak bolanya tidak maju," kata Ketua PSSI Kota Bekasi, Mardani, di Bekasi, Selasa.
Perubahan pengurus di struktural Persipasi diharapkan bisa mendongkrak prestasi pemain untuk bersaing dengan klub papan atas di level sepak bola nasional.
Mardani mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah pengurus klub sepak bola di wilayah itu dan menyepakati bahwa majamen harus dikelola oleh orang baru yang profesional.
"Soalnya di bawah kepemimpinan Engkus Prihatin, Persipasi tidak ada bisa berbicara banyak untuk menorehkan prestasi maupun mencetak pemain handal," katanya.
Menurut dia, manajemen yang profesional akan membawa Persipasi semakin besar.
Salah satu pertimbangan terkait manajemen yang profesional adalah hambatan pendanaan operasional pascalarangan pemberian dana hibah oleh pemerintah daerah.
"Soalnya klub profesional yang telah berbadan hukum tak lagi diperbolehkan mendapatkan subsidi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah," katanya.
Salah satu pemilik klub sepak bola di Kota Bekasi, Simon, mengatakan manajemen Persipasi saat ini cenderung egois.
Ia yang pernah menjadi bagian dari Persipasi tak pernah diminta masukan mengenai pengambilan setiap keputusan demi kemajuan Persipasi.
"Orang di manajemen masih kurang paham mengenai sepak bola," katanya.
Pemilik klub lainnya, Boyor, mengatakan hambatan prestasi Persipasi selama ini karena terdapat dualisme kepengurusan, yaitu kubu pimpinan Yulianto dan Engkus Prihatin.
Karena itu, dia meminta agar dua pengurus tersebut mau bermusyawarah demi kemajuan sepak bola Kota Bekasi.
"Jika keduanya dianggap tidak mampu, kami minta saran Wali Kota agar merekomendasikan pemimpin lain," katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia, Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan, mengatakan, bahwa Persipasi adalah milik masyarakat Kota Bekasi.
Dengan adanya fasilitas stadion bertaraf internasional di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan itu Persipasi harus bangkit.
"Persoalan dualisme harus diselesaikan," katanya. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League