Suara.com - Timnas senior Indonesia gagal meraih kemenangan dalam pertandingan uji coba terakhirnya sebelum tampil di Piala AFF 2016 di Manila. Menghadapi tuan rumah Vietnam, Tim Garuda takluk 2-3 setelah sempat dua kali memimpin.
Pada pertandingan persahabatan yang digelar di My Dinh National Stadium, Selasa (8/11/2016), pelatih Alfred Riedl menurunkan para pemain terbaiknya. Boas Solossa dan Irfan Bachdim menjadi andalan di lini depan timnas.
Vietnam lebih dulu menekan namun Indonesia berhasil memimpin lebih dulu lewat gol Boas Erwin Theofilus Solossa di menit ke-33. Ia berhasil menyambar bola Irfan Bachdim yang sempat ditepis oleh kiper Tran Nguyen Manh.
Namun sebelum turun minum, Vietnam berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Cong Vinh Le yang berhasil menyambut sebuah tendangan Tanh Trung. Skor imbang tersebut bertahan hingga akhir babak pertama.
Di babak kedua, Indonesia mendapatkan hadiah penalti di menit ke-51 setelah Truong Dinh handsball. Irfan Bachdim yang menjadi eksekutor pun melakukan tugasnya dengan baik dan membuat timnas Garuda kembali memimpin.
Indonesia gencar melakukan tekanan, namun Vietnam mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-71. Gol tuan rumah tersebut dicetak lewat sontekan Nguyen Cong Puong setelah menyambut umpan di depan gawang.
Gol tersebut membuat Vietnam yang mendapatkan dukungan penuh penonton semakin aktif menekan. Pada menit ke-83, Van Toan Nguyen akhirnya memastikan Vietnam balik unggul 3-2 setelah memanfaatkan sebuah umpan terobosan.
Skor 3-2 bagi keunggulan Vietnam bertahan hingga akhir laga. Sedangkan timnas Indonesia harus pulang dengan kekalahan dan ini menjadi PR buat Alfred Riedl untuk dapat mematangkan strateginya sebelum tampil di Piala AFF.
Berita Terkait
-
Duet Nova Arianto dan Sofie Imam Dampingi John Herdman, PSSI Cari Tambahan Pelatih Lokal Lagi
-
Raja Assist Super League, Waktunya Ezra Walian Kembali ke Timnas Indonesia di Era John Herdman?
-
Buntut Sanksi FIFA, Manajer Timnas Indonesia Diganti?
-
Dua Pemain Jong Ajax Keturunan Indonesia, Siapa yang Bisa Susul Maarten Paes Bela Garuda?
-
Siapa Dwi Prio Utomo? Bukan Orang Baru, Asisten Kurniawan Dwi Yulianto di Timnas Indonesia U-17
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Persib Bandung Berantakan Dibantai Ratchaburi FC, Bojan Hodak Akui Lawan Jauh Lebih Baik
-
Duet Nova Arianto dan Sofie Imam Dampingi John Herdman, PSSI Cari Tambahan Pelatih Lokal Lagi
-
Raja Assist Super League, Waktunya Ezra Walian Kembali ke Timnas Indonesia di Era John Herdman?
-
Skenario Persib Bandung Lolos Final ACL Usai Dihajar Ratchaburi, Masih Ada Harapan di Leg Kedua?
-
Persib Tak Berdaya di Hadapan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Minta Maaf
-
Semalam Dibantai, Bojan Hodak Kecewa ke Thom Haye cs
-
Buntut Sanksi FIFA, Manajer Timnas Indonesia Diganti?
-
Dua Pemain Jong Ajax Keturunan Indonesia, Siapa yang Bisa Susul Maarten Paes Bela Garuda?
-
Siapa Dwi Prio Utomo? Bukan Orang Baru, Asisten Kurniawan Dwi Yulianto di Timnas Indonesia U-17
-
Alasan Jordi Cruyff Pilih Calon Nakhoda Timnas Indonesia Latih Jong Ajax