Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengucapkan terima kasih untuk tim nasional sepak bola Indonesia atas perjuangan selama Piala AFF 2016.
"Saya mengucapkan terima kasih untuk semangat yang ditunjukkan para pemain kita dari awal sampai akhir turnamen," ujar Imam usai menggelar "nonton bareng (nobar)" laga final leg kedua Piala AFF 2016, Thailand versus Indonesia, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Sabtu.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, tim nasional tidak perlu larut dalam kekecewaan usai kalah dari Thailand, yang membuat Indonesia gagal menggoreskan sejarah baru sebagai juara Piala AFF pertama kalinya.
Kekalahan itu harus menjadi bahan evaluasi dan motivasi agar tim nasional bisa tampil lebih baik di turnamen-turnamen internasional berikutnya.
"Saat ini belum waktunya kita membuat sejarah baru. Namun usai laga ini, kita harus menyiapkan tim nasional untuk SEA Games 2017 di Malaysia, tim yang benar-benar disiapkan secara matang," tutur Imam.
Ia melanjutkan, pemerintah siap membantu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam menyiapkan program tim nasional terutama dalam hal anggaran.
Selain Menpora, masyarakat pencinta tim nasional Indonesia juga menyerukan dukungan kepada Boaz Solossa dan kawan-kawan.
Meski kalah dari Thailand, para pendukung meminta pemain tetap semangat dan optimistis demi hari depan yang lebih baik.
"Kami sangat mencintai tim nasional dan mendukung kalah ataupun menang. Tetap semangat untuk para pemain," ujar Aldi, salah satu pendukung tim yang dilatih Alfred Riedl.
Mereka pun meminta PSSI menyiapkan turnamen liga yang lebih baik ke depan, demi mendukung persiapan tim nasional.
"Sistem liga harus kembali seperti dahulu lagi dan dilakukan dengan jenjang umur," tutur penggemar tim nasional lain, Yudhi Eka.
Indonesia kalah dari Thailand pada babak final leg kedua Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, dengan skor 2-0.
Hasil tersebut membuat Indonesia gagal meraih gelar juara untuk pertama kalinya sepanjang sejarah karena pada leg pertama yang dihelat di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Rizky Pora dan kawan-kawan hanya menang dengan skor 2-1. (Antara)
Berita Terkait
-
Strategi Nova Arianto Cari Pemain Terbaik Timnas Indonesia U-20 Jelang Turnamen Besar Tahun 2026
-
Gagal Juara Piala AFF Futsal U-19 2025, Pelatih Apresiasi Perjuangan Timnas Indonesia U-19
-
Hasil Piala AFF Futsal U-19: Ditekuk Thailand, Indonesia Harus Puas Jadi Runner-up
-
Timnas Futsal Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16 2025
-
Erick Thohir Jelaskan Kapan Bonus Medali Emas SEA Games 2025 Cair
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Alasan PSSI Belum Umumkan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
-
Bos Persija Jakarta Request Wasit Jelang Duel Klasik Kontra Persib Bandung
-
Pemain Keturunan Guinea Akui Susah Payah Bersaing Tembus Skuad Timnas Indonesia U-20
-
Strategi Nova Arianto Cari Pemain Terbaik Timnas Indonesia U-20 Jelang Turnamen Besar Tahun 2026
-
Seleksi Pemain Timnas Indonesia U-20 Sengit, Nova Arianto: Saya yang Minta
-
Chelsea Satu Kemenangan di Desember 2025, Enzo Maresca Dipecat 2026?
-
HUT Jakarta ke-500, Persija Bakal Hadapi Juara Bundesliga
-
Hadapi Ratchaburi FC di 16Besar ACL Two, Persib Bandung Minta Penyesuaian Jadwal Liga
-
Bocoran Jersey Prancis Piala Dunia 2026: Logo Ikonik Retro 90-an Bikin Fans Les Bleus Terpikat
-
Persib vs Persija, Jordi Amat Ngebet Jegal Thom Haye dan Eliano Reijnders