Bola / Liga Inggris
Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:22 WIB
Tijjani Reijnders (Fabio Romano)
Baca 10 detik
  • Tijjani Reijnders berpeluang hengkang dari Manchester City setelah kehilangan tempat di skuad utama Pep Guardiola.

  • Juventus dan Arsenal menjadi dua klub terdepan yang siap menampung gelandang asal Belanda tersebut.

  • Manchester City berencana menjual Reijnders demi mendanai transfer Elliot Anderson dari Nottingham Forest.

Suara.com - Masa depan Tijjani Reijnders di Manchester City berada di ujung tanduk setelah hanya bertahan satu musim di Etihad Stadium. Gelandang timnas Belanda yang juga pemain keturunan Indonesia ini mulai terpinggirkan dari skuad utama Pep Guardiola menjelang bursa transfer musim panas.

Situasi tak menentu ini memicu ketertarikan dari sejumlah klub raksasa Eropa yang siap menampung bakat sang pemain. Arsenal dan Juventus memimpin perburuan untuk mengamankan tanda tangan gelandang berusia 27 tahun tersebut.

Dikutip dari Team Talk, langkah cuci gudang ini menjadi sinyal kuat bahwa Manchester City siap melakukan revolusi besar di lini tengah mereka. Manajemen The Citizens dilaporkan rela merugi tipis demi memuluskan rencana perombakan skuad tersebut.

Erling Haaland dan Tijjani Reijnders. (Dok. Man City)

Manchester City dikabarkan siap mendengarkan tawaran di kisaran 45 juta poundsterling untuk Reijnders. Angka ini hampir menyamai nilai saat mereka menebusnya dari AC Milan seharga 46,5 juta poundsterling tahun lalu.

Penurunan menit bermain menjadi alasan utama Reijnders ingin segera angkat kaki demi menjaga kariernya. Padahal, ia sempat tampil impresif dengan mencetak gol dan assist pada laga debutnya di Liga Inggris.

Juventus menempatkan Reijnders sebagai target prioritas utama mereka untuk memperkuat sektor lini tengah. Raksasa Italia tersebut dilaporkan sudah menjalin komunikasi intensif dengan pihak perantara sang pemain.

Pemain keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders samai rekor langka Sergio Aguero di Manchester City. (Instagram/@mancity)

Gaya bermain Reijnders yang tenang dan fleksibilitas taktisnya membuat Si Nyonya Tua sangat terpikat. Pengalaman suksesnya bersama AC Milan menjadi nilai tambah yang membuat klub Serie A lainnya ikut mengantre.

Di sisi lain, Arsenal juga memasukkan nama Reijnders dalam daftar belanja jangka panjang mereka musim ini. Mikel Arteta memproyeksikannya sebagai tambahan amunisi vital untuk mengarungi jadwal kompetisi yang padat.

Langkah Arsenal memang belum memasuki tahap akhir, namun peluang transfer ini tetap terbuka lebar. Selain Arsenal, Aston Villa dan Newcastle United juga terus memantau perkembangan situasi sang gelandang.

Baca Juga: Mikel Arteta Dipuji Ubah Mentalitas Arsenal Jadi Monster Eropa

Reijnders sendiri menegaskan hanya ingin bergabung dengan klub yang bermain di Liga Champions musim depan. Hasrat bermain reguler di kompetisi tertinggi Eropa menjadi syarat mutlak bagi calon klub barunya.

Rencana penjualan Reijnders kabarnya berkaitan erat dengan ambisi Manchester City mendaratkan bintang Nottingham Forest, Elliot Anderson. City siap menggelontorkan dana fantastis melebihi 100 juta poundsterling untuk pemain Inggris tersebut.

Negosiasi untuk memboyong Anderson ke Etihad Stadium dilaporkan sudah berjalan sangat intensif dan mendekati kesepakatan. Kedatangan Anderson dipastikan akan semakin memperkecil ruang bagi Reijnders di tim utama.

Faktor lain yang menentukan nasib Reijnders adalah masa depan gelandang jangkar andalan City, Rodri. Pemain asal Spanyol tersebut gencar dirumorkan ingin kembali ke kampung halamannya untuk bergabung dengan Real Madrid.

Real Madrid yang akan segera dilatih oleh Jose Mourinho menjadikan pemenang Ballon d'Or 2024 itu target buruan utama. Namun, Direktur Olahraga City, Hugo Viana, masih berupaya keras menahan Rodri agar tidak hengkang.

Sebagai informasi, Reijnders mencatatkan 18 starter di Liga Inggris dan enam penampilan di Liga Champions musim ini. Ia juga sukses memberikan kontribusi nyata lewat 15 keterlibatan gol di semua kompetisi.

Krisis menit bermain Reijnders mulai terlihat jelas dalam beberapa bulan terakhir kompetisi berjalan. Persaingan internal yang sangat ketat di lini tengah Manchester City membuatnya lebih sering duduk di bangku cadangan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan ekspektasi besar saat ia pertama kali mendarat di Manchester musim lalu. Kini, jalan keluar dari Etihad Stadium menjadi opsi paling realistis bagi kelanjutan karier profesionalnya.

Load More