Suara.com - Barcelona kembali menjaga peluang meraih gelar La Liga setelah membungkam tuan rumah Espanyol tiga gol tanpa balas. Kemenangan di laga derby tersebut juga membuat El Barca kembali ke puncak klasemen La Liga
Pada pertandingan di RCDE Stadium, Minggu (30/4/2017) dini hari WIB, Barcelona sempat kesulitan di babak pertama. Namun di babak kedua Barcelona berhasil mencetak tiga gol, dua diantaranya dari Luis Suarez dan Ivan Rakitic.
Dengan kemenangan tersebut, Barca meraih poin 81 poin dan menggeser posisi Madrid dari puncak klasemen setelah unggul dalam selisih gol. Namun Madrid masih memiliki satu laga lebih sedangkan Barcelona telah memainkan 35 pertandingan.
Di babak pertama, Barcelona sempat kesulitan menghadapi permainan ketat yang ditampilkan tuan rumah. Bahkan ancaman pertama datang dari Espanyol lewat tendangan Jurado yang masih melenceng ke sisi kiri gawang di menit ke-5.
Namun, perlahan-lahan El Barca mencoba membuka peluang. Namun usaha Neymar memanfaatkan umpan Lionel Messi dapat diblok. Begitu juga dengan tendangan kaki kanan Raktic di menit ke-15 juga masih dapat diblok.
Sementara peluang Sergi Roberto lewat sundulannya menyambut umpan Neymar di menit ke-40 masih melenceng ke sisi kiri gawang. Espanyol pun juga masih tetap membuka peluang namun hingga turun minum belum ada gol tercipta dari kedua tim.
Di babak kedua, El Barca masih melanjutkan tekanannya dan Suarez akhirnya membuka kemenangan Barca di menit ke-50. Ia berhasil memanfaatkan kesalahan Jose Manuel Jurado dengan merebut bola membawanya ke depan gawang sebelum mencetak gol dengan kaki kanan.
Pada menit ke-75, Rakitic memperbesar keunggulan menjadi 2-0 setelah menyelesaikan umpan Messi dengan sepakan kaki kirinya ke gawang Espanyol. Pada menit ke-87, Suarez mencetak gol keduanya setelah kembali memanfaatkan kesalahan pemain Espanyol.
Barcelona masih melanjutkan tekanannya kepada Espanyol lewat Messi dan Neymar. namun hingga wasit meniupkan peluit panjang keunggulan skuat besutan Luis Enrique 3-0 tetap tidak berubah.
Berita Terkait
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Real Madrid Hancur dari Dalam! Los Blancos Bakal Hukum Berat Valverde dan Tchouameni?
-
Klarifikasi Federico Valverde Usai Dilaporkan Ribut dengan Aurelien Tchouameni
-
Federico Valverde Cedera Kepala usai Berkelahi dengan Tchouameni
-
Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Valverde dan Tchouameni Dikabarkan Baku Hantam
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati