Suara.com - Penyerang baru Manchester United, Romelu Lukaku, tidak diwajibkan untuk menghadiri sidang di Los Angeles, Amerika Serikat.
Pada awal Juli lalu, Lukaku kedapatan melanggar hukum akibat membuat kegaduhan saat melakukan pesta di rumah yang disewanya di Beverly Hills.
Lukaku tidak ditahan atau dibawa ke markas polisi setempat. Namun, pihak kepolisian menerima lima keluhan dari warga setempat pada malam kejadian.
Dia telah menerima surat panggilan dan kemungkinan hanya diharuskan membayar denda, dengan tanggal persidangan yang telah ditetapkan pada 2 Oktober mendatang.
Berdasarkan amandemen peraturan di Beverly Hills pada 2011, dia kemungkinan dikenai denda 1.000 dolar AS (sekitar Rp13 juta).
Dikutip dari Daily Mail, Senin (10/7/2017), striker berusia 24 tahun ini boleh mengirimkan perwakilannya jika tidak bisa hadir dalam persidangan di Pengadilan Los Angeles, 90 hari setelah kejadian.
Menurut pernyataan kepolisian setempat, Lukaku Pelanggaran Kode Kota Beverly Hills 5-1-104 - Kebisingan yang berlebihan.
"Pada tanggal 2 Juli 2017, sekitar pukul 20:00, petugas kepolisian Beverly Hills menangkap seorang pria berusia 24 tahun dengan nama Romelu Lukaku Bolingoli," kata pihak kepolisian Beverly Hills dalam pernyataannya.
"Pelanggaran suara ini terjadi di sebuah tempat di Beverly Hills tempat Bolingoli berada sementara...Bolingoli dilepaskan di tempat kejadian dengan syarat dan tidak ditangkap secara fisik," tandasnya.u
Baca Juga: Lukaku Lebih Pilih ke MU, Apa Kata Fans Chelsea?
Kepindahan Romelu Lukaku ke MU sendiri hanya tinggal menunggu pengumuman resmi. Hal ini setelah antara pihak MU dan Everton, pemilik Lukaku, sepakat soal harga transfer sang pemain.
Kabarnya, MU harus merogoh kocek sebesar 75 juta poundsterling (sekitar Rp1,2 triliun) untuk memboyong striker berkebangsaan Belgia ini.
Lukaku pun telah menjalani tes medis bersama MU di Los Angeles, Sabtu (8/7/2017) waktu setempat.
Tag
Berita Terkait
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
Kilas Balik Piala Dunia di AS: Penyesalan Roberto Baggio, Maradona Pakai Doping
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir