Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar acara jumpa suporter sepak bola Indonesia. Acara yang dihadiri oleh 50 kelompok suporter itu digelar untuk mengikat tali persaudaraan antar sesama suporter di Tanah Air.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menpora Imam Nahrawi, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.
Suporter klub yang hadir di acara tersebut ada 50 kelompok suporter. Namun, tiga kelompok suporter tidak hadir mereka adalah The Jakmania (Persija Jakarta), Viking (Persib Bandung), dan Bonek (Persebaya Surabaya).
Meski begitu, acara tersebut tetap berlangsung dengan baik meski tidak dihadiri oleh tiga suporter yang dikenal saling bersitegang. Menpora Imam Nahrawi pun berterima kasih kepada suporter yang telah hadir.
"Saya bangga atas kehadiran seluruh suporter di tempat ini. Mari kita sudahi hal-hal yang menyakitkan, cukuplah sahabat kita Ricko Andrean yang terakhir menjadi korban, semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan ketabahan," kata Imam di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kemenpora terkait pengumpulan suporter. Diharapkan dengan adanya acara ini bisa berlanjut dan membuat hubungan antar suporter lebih baik.
Edy menambahkan bakal menindaklanjuti masalah suporter ini. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal kembali mengundang perwakilan suporter termasuk yang tidak hadir dalam acara tersebut yakni Viking, Jakmania, dan Bonek.
"Apresiasi untuk Pak Menpora yang telah memfasilitasi ini dan akan kita tindaklanjuti secara teknis. Nanti suporter-suporter ini kami akan pertemukan yang berkompeten dan akan kita tindak lanjuti acara ini," ujar Edy.
Dalam acara tersebut ada penandatanganan deklarasi damai antar suporter. Penandatanganan tersebut langsung disaksikan oleh Imam Nahrawi dan juga perwakilan PSSI.
Berita Terkait
-
Kyohei Yoshino Ungkap Alasan Antusias Gabung Persija: The Jakmania Jadi Daya Tarik Besar
-
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Targetkan Industri Olahraga Indonesia Naik Kelas
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
Haaland, Kisah Viking Harald Hardrada, dan Misi Norwegia Ukir Sejarah Baru
-
Asal-usul Viking Row, Selebrasi Timnas Norwegia yang Guncang Piala Dunia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik Gratis, Bek Serbabisa Turki Dikontrak hingga 2029
-
Ditanya Statusnya Saat Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Petral, Sudirman Said: Sebagai Saksi
-
5 Parfum Aroma Bunga yang Fresh dan Murah di Indomaret untuk Wangi Sehari-hari
-
Wamensos Bahas Sekolah Rakyat, PPSE dan Perlindungan Korban Bencana Non-Alam Bersama Tiga Pemda
-
Review Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis: Hangat, Realistis, dan Bermakna
-
Pelajaran dari Surabaya: Penyangga Ekonomi yang Sering Diremehkan
-
Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?
-
6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
-
Imigrasi Sumut Jalin Sinergi dengan Pemkab Batubara untuk Hadirkan Layanan Keimigrasian
-
Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana