Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:39 WIB
Pentolan Bonek Andie Peci meninggal dunia di usia 60 tahun. Sosok yang berjasa memperjuangkan Persebaya dan aktif mengawal isu kemanusiaan di sepak bola Indonesia. [Dok. IG kitabonek]
Baca 10 detik
  • Tokoh suporter Bonek, Andie Peci, meninggal dunia pada usia 60 tahun di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya, Jumat (10/7/2026).
  • Andie dikenal sebagai figur vokal yang berjasa memperjuangkan eksistensi klub Persebaya Surabaya selama masa dualisme di kompetisi sepak bola.
  • Selain aktif dalam dunia suporter, mendiang juga merupakan pejuang hak buruh serta pengawal keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan 2022.

Suara.com - Kabar duka datang dari keluarga besar Persebaya Surabaya. Tokoh kelompok suporter Bonek, Andy Kristiantono atau yang lebih dikenal sebagai Andie Peci, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026).

Andie Peci mengembuskan napas terakhir pada usia 60 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya dalam beberapa bulan terakhir. Ia meninggal dunia di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya.

Kabar kepergian Andie Peci pertama kali diketahui melalui unggahan rekannya di komunitas Bonek, Cak Ipul, di akun Instagram pribadinya.

"Innalillahi wa innalillahi rojiun. Sugeng tindak Mas Andie Peci. Sampean wis mboten sakit maleh," tulis Cak Ipul.

Kepergian Andie Peci meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Bonek, Persebaya Surabaya, dan pencinta sepak bola Indonesia.

Sosok yang Berjuang untuk Persebaya

Selama bertahun-tahun, Andie Peci dikenal sebagai salah satu tokoh suporter paling berpengaruh di Indonesia.

Namanya melekat erat dengan perjuangan menyelamatkan Persebaya saat klub berjuluk Bajul Ijo itu menghadapi masa dualisme.

Ia menjadi salah satu figur yang paling vokal memperjuangkan eksistensi Persebaya hingga akhirnya klub tersebut kembali mendapatkan tempat di kompetisi resmi sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Ernando Ari Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya

Tak hanya dikenal sebagai pendukung fanatik Persebaya, Andie Peci juga aktif menyuarakan berbagai isu kemanusiaan dalam dunia sepak bola.

Salah satunya adalah konsisten mengawal tuntutan keadilan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan 2022 yang menewaskan 135 orang.

Aktif di Dunia Buruh

Di luar aktivitasnya sebagai tokoh suporter, Andie Peci juga aktif dalam gerakan buruh.

Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan kerap terlibat dalam berbagai aksi yang memperjuangkan hak-hak pekerja.

Kepergian Andie Peci menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Bonek dan Persebaya, tetapi juga bagi dunia suporter sepak bola Indonesia yang mengenalnya sebagai sosok kritis, progresif, dan konsisten memperjuangkan berbagai isu di dalam maupun di luar lapangan.

Warisan perjuangan dan dedikasinya untuk Persebaya serta sepak bola Indonesia akan terus dikenang oleh keluarga besar Bonek dan masyarakat sepak bola Tanah Air.

Load More