Suara.com - Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan mengatakan ada keuntungan tersendiri terkait absennya dua pemain asing Bhayangkara FC saat berhadapan dengan timnya Rabu (20/9/2017). Namun, Iwan tetap waspada karena Bhayangkara mempunyai pemain yang sama baiknya sebagai pengganti.
Mantan pelatih Persija Jakarta itu mengatakan bahwa tim berjuluk The Guardian sudah mengerti satu sama lain. Pemain lokal pun sama baiknya dengan legiun asing, sehingga tidak mempengaruhi absennya dua pemain asing mereka.
"Terima kasih juga informasinya, ternyata dua pemain asing Bhayangkara gak bisa main karena akumulasi, berarti alhamdulillah. Tapi, buat saya tidak terlalu menjadi perhatian karena saya tahu tim ini banyak dihuni oleh pemain lokal berkualitas," kata Iwan dalam jumpa pers jelang pertandingan, Selasa (19/9/2017).
Tidak hanya itu, Iwan juga mewaspadai beberapa pemain Bhayangkara yang langganan mengisi posisi di Timnas Indonesia. Sebut saja Evan Dimas dan I Putu Gede Juni Antara.
"Kami tahu pemain asing tidak bisa main, kan ada Evan Dimas, jadi pemain lokal pengganti pemain asing itu berkualitas tentunya. Mereka ada pemain-pemain nasional, walaupun pemain nasional Indonesia," tambah Iwan.
Bukan perkara mudah bagi Borneo FC bisa mengalahkan Bhayangkara. Selain bermain di hadapan suporternya sendiri, tim asuhan Simon Mcmenemy sedang termotivasi mempertahankan posisi di puncak klasemen Liga 1.
Berita Terkait
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Persib Menjauh, Mental Juara Borneo FC Diuji Saat Jamu Persita
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
-
Bojan Hodak Murka! Desak Bhayangkara FC Minta Maaf ke Marc Klok Soal Tuduhan Rasisme
-
Usai Cetak Assist Brilian, Layvin Kurzawa Dapat Pujian Selangit dari Bojan Hodak
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan