Suara.com - Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mengaku sudah mempelajari kekuatan Tampines Rovers yang merupakan lawannya di babak play off Liga Champions Asia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (16/1/2018).
Memantau permainan tim asal Singapura itu melalui rekaman video, Widodo mengaku kekuatan Tampines tidak jauh berbeda dari Bali United. Khususnya dari segi permainan dan kemampuan menjebol gawang lewat eksekusi bola mati.
"Kami sudah mempersiapkan tim ini dari awal desember 2017. Kita ada jeda natal dan tahun baru jadi kita mulai lagi tanggal 3 Januari 2018 dan sampai saat ini, kemarin sudah menjalani internal game dan besok uji coba lawan PSIS Semarang. Saya harap, pemain besok sudah siap untuk menghadapi play-off Liga Champions asia," kata Widodo di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (9/1/2018).
"Kami juga sudah lihat beberapa video pertandingan Tampines, sebelum pergantian beberapa pemain baru. Mereka memiliki tipikal permainan yang sama dengan kita. Cepat di depan dan tentu mereka bisa mencetak gol dari bola mati," tambahnya.
Bermain di hadapan suporternya sendiri, Bali United tentu akan memaksimalkan penampilannya. Bermain menyerang dan mencetak gol lebih dulu menjadi target utama Ilija Spasojevic dan kawan-kawan.
"Kita harus menyerang. Kami semua, manajemen, saya pribadi, semua tim menginginkan untuk bisa lolos. Itu sebagai bentuk motivasi kami. Tapi kita bukan sombong atau takabur tapi itu bentuk motivasi kami," jelasnya.
Sebagai wakil Indonesia, Widodo mengaku sama sekali tidak merasa terbebani. Selama berlaga di kompetisi klub kasta tertinggi benua Asia tersebut, Widodo pun mengaku siap memetik pengalaman.
"Kami mau tumbuh jadi tim besar. Kami ini bukan tim besar, kami mau belajar terus menjadi tim yang besar. Kami baru tiga tahun, kami minta doa semoga Bali ini menjadi tim yang memang benar-benar dipersiapkan untuk Liga Champions Asia," pungkas Widodo.
Berita Terkait
-
Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan
-
Persib Tambah Koleksi Trofi Usai Pecundangi Bali United Igor Tolic Belum Puas
-
Jay Herdman Lengkapi Jatah Pemain Asing Bali United, Rekrutan Tergokil?
-
Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?
-
Bos Bali United Bongkar Alasan Gelontorkan Dana Segini Demi Rekrut Anak John Herdman
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi