Suara.com - Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengungkapkan penanganan kepada skuatnya yang hampir 60 persen diperkuat oleh para pemain muda. RD mengatakan bahwa pemain muda membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan pemain senior.
Sriwijaya FC merupakan salah satu tim yang menjadi sorotan karena moncernya aksi sejumlah pemain mudanya. RD pun memiliki penanganan khusus pada pemain mudanya karena sejatinya mereka masih harus berkembang secara fisik maupun mental
"Saya mempunyai penanganan berbeda khususnya untuk pemain-pemain yang berusia dibawah 21 tahun. Bukannya saya membeda-bedakan karena saya tidak mau jika nantinya terlalu berlebih dalam segala hal, justru membuat mereka tenggelam," kata RD di Palembang, Senin (19/2/2018).
Salah satu pemain muda yang menarik perhatian masyarakat yakni Abimanyu yang berhasil mencetak gol pada Piala Presiden ketika Laskar Wong Kito mengalahkan Arema FC di pertandingan babak delapan besar.
Selain Abimanyu, Sriwijaya FC juga memiliki Samuel Simanjutak yang tercatat sebagai pemain Tim Nasional U-19.
Lainnya, ada juga M Rafif yang merupakan jebolan sekolah bola di Spanyol dan Berry Ramada yang dikenal sebagai putra daerah Sumsel. Dengan begitu, dalam skuat Laskar Wong Kito terdapat empat pemain yang berusia 21 tahun.
Rahmad mengatakan dirinya menerapkan sejumlah aturan untuk membentengi kondisi psikologis para pemain muda ini, salah satunya jika ingin diwawancarai kalangan pers harus mendapatkan izin pelatih serta didamping perwakilan media officer klub.
Selain itu, RD mengatakan dirinya menciptakan suasana dalam tim yang pada dasarnya memotivasi para skuat muda ini. Para pemain muda ini didorong berkompetisi dalam tim untuk merebut posisi starting eleven.
"Sejauh ini, para muda sangat termotivasi untuk maju. Saya pun berterima kasih dengan para pemain senior yang mau membimbing mereka. Pada dasarnya, Abi, Samuel, Rafif, dan Berri masih perlu banyak belajar, masih banyak hal yang mereka perlu sempurnakan," pungkas RD. (Antara)
Baca Juga: Larangan Anies ke Podium Piala Presiden Dinilai Politis
Berita Terkait
-
Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
-
Persipura Jayapura Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen: Kami Fokus di Papan Atas
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia
-
Meski Sekarang Asing Sentris, Ternyata Ada 5 Pelatih Lokal yang Sukses Tukangi Timnas Indonesia
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Anak Darren Fletcher Disanksi Berat Buntut Ucapan Homofobik, FA: Itu Tak Bisa Diterima!
-
Tanah Air Porak Poranda, Sara Didar Tahan Tangis Demi Asa Timnas Putri Iran di Piala Asia
-
Argentina Bidik Back-to-Back Piala Dunia 2026, Misi Terakhir Lionel Messi?
-
Miralem Pjanic Desak Juventus Rekrut Bernardo Silva Jika Gagal Dapatkan Tonali
-
Striker Brasil Richarlison Ogah Main di Piala Dunia 2026 karena Perang AS-Iran, Begini Faktanya
-
Bintang Muda Persija Jakarta dan Persib Bandung Dominasi Skuad Timnas Indonesia U-20
-
Eks Andalan STY Sebut Super League Lebih Baik Dibanding Divisi Dua Belanda, Kok Bisa?
-
Kevin Diks Menggila! Bek Timnas Indonesia Ini Jadi Mesin Gol Asia di Bundesliga
-
Stop Rasisme! Mikael Alfredo Tata Korban Serangan Rasial, Persebaya Pasang Badan
-
2 Pemain Timnas Indonesia Jadi Termahal di Liga 1, Salah Satunya Kalahkan Eks PSG