Suara.com - Pelatih Bayern Munich Jupp Heynckes tidak ingin skuatnya jumawa setelah meraih kemenangan besar 5-0 Bayern Munich atas Besiktas di Liga Champions. Heynckes menegaskan bahwa mereka akan tetap serius menghadapi leg kedua di kandang Besiktas.
Bayern berpesta gol ke gawang Besiktas saat leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (21/2/2018) dini hari WIB. Sementara Besiktas harus bermain dengan sepuluh pemain di awal setelah Domagoj Vida dikartu merah.
Setelah itu Bayern pun mampu memanfaatkan kelebihan pemainnya dan mencetak lima gol ke gawang Besiktas. Thomas Mueller dan Robert Lewandowski masing-masing mencetak dua gol dan satu gol lagi disumbangkan oleh Kingsley Coman.
Pelatih Bayern Jupp Heynckes merasa puas dengan performanya skuatnya di laga ini. Namun dia akan tetap serius menghadapi leg kedua karena kemenangan besar tersebut belum memastikan skuatnya aman ke babak selanjutnya.
"Sangat sulit bagi tim manapun untuk bermain di Liga Champions dengan 10 orang," kata Heynckes usai laga. "Saya masih yakin Besiktas adalah tim yang sangat bagus, dengan banyak pemain berpengalaman yang pernah bermain di seluruh Eropa."
"Saya sangat senang karena kami menang dengan nyaman melawan tim seperti itu. Kami masih akan mempersiapkan diri seperti biasanya untuk leg kedua. Anda tidak dapat mengambil risiko di Liga Champions UEFA."
"Saya pikir kita melihat dua bagian yang berbeda," lanjutnya. "Di babak pertama tidak ada tempo permainan kami, passing kami mati dan itu memungkinkan Besiktas menyerang kami lebih banyak."
"Gol pembuka sebelum jeda memberi kami keuntungan psikologis dan di babak kedua kami melihat tim Bayern yang berbeda. Kami mencetak beberapa gol hebat dan memainkan sepak bola yang bagus, tentu saja, saya puas dengan penampilannya," tukas Heynckes. (Scoresway)
Baca Juga: KPK Sebut Novel Belum Tentu Jadi Pulang ke Jakarta Besok
Berita Terkait
-
Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap, Gabung Klub Peserta Kualifikasi Liga Champions
-
Bayern Munich Tertarik Rekrut Marcus Rashford, tapi Gaji Jadi Kendala Utama
-
Harry Kane Buka Suara soal Kondisi Christian Eriksen, Sebut Ada Keputusan Besar yang Menanti
-
Cremonese Tak Permanenkan Emil Audero, Timnas Indonesia Bakal Miliki 2 Wakil di Liga Champions?
-
Feyenoord Pecat Robin van Persie, Tak Puas Meski Finis Peringkat Dua Eredivisie
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman