Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi masih belum bisa memastikan kepulangan Novel Baswedan ke Jakarta. KPK masih mempertimbangkan kondisi tekanan udara dalam pesawat.
Apakah tekanan udara di pesawat akan mengaganggu kesehatan mata yang sudah normal atau tidak.
Penyidik senior KPK tersebut dijadwalkan pulang, Kamis (22/2/2018) besok setelah dinyatakan kondisi matanya sudah normal oleh dokter di Singapura.
"Ada kekhawatiran perubahan kondisi tekanan di udara berpengaruh dalam proses trasportasi ke jakarta, itu tentu harus dihitung," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (21/2/2018).
Febri memastikan bahwa saat ini kondisi Novel telah membaik. Namun masih perlu banyak istirahat demi mempersiapkan kondisi kesehatannya demi kembali ke tanah air.
"Sejauh ini perkembangannya bagus meskipun sempat kemarin terjadi pembengkakan pada mata kiri(nya)," katanya.
Setelah disiram dengan air keras pada 1q April 2017 lalu, Novel menghabiskan waktu di Singapura demi merawat kedua matanya. Terhitung sudah 10 bulan lebih peristiwa tersebut terjadi, namun belum ada satu orang tersangka pun yang ditangkap oleh pihak kepolisian.
Keterangan dari sejumlah saksi maupun alat bukti sejauh ini telah dikantongi polisi. Namun belum ada kemajuan yang signifikan selain sketsa wajah yang saat ini menjadi buronan kepolisian.
Baca Juga: Jokowi Minta Kasus Novel Segera Diungkap, Bagaimana Polri?
Berita Terkait
-
Jadi Tersangka KPK, NasDem Tetap Dukung Mustafa di Pilgub Lampung
-
KPK Klarifikasi Peran Marianus Sae dalam Kasus Suap di Ngada
-
KPK Masih Telaah Bukti dari Nazaruddin soal Dugaan Korupsi Koster
-
Geledah Ruang Kerja Bupati Subang, KPK Amankan Bukti Baru
-
Jokowi Minta Kasus Novel Segera Diungkap, Bagaimana Polri?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!