Suara.com - Sekertaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria buka suara terkait kelanjutan proses naturalisasi Sandy Walsh. Tisha mengatakan belum ada komunikasi lebih lanjut soal naturalisasi pemain yang kini memperkuat klub Belgia, Zulte Waregem itu.
Sempat beredar kabar Sandy Walsh ingin menjadi WNI usai dirinya sering memposting hal yang berbau Indonesia di akun Instagram-nya. PSSI sempat menyambut positif hal tersebut meski belum ada komunikasi lanjutan.
Tisha mengatakan pihaknya tidak pernah menghalang-halangi keinginan WNA untuk menjadi WNI. Namun, itu harus sesuai dengan prosedur yang ada dari pemerintah.
"Belum ada komunikasi lagi. Apabila dia ingin menjadi WNI itu harus benar-benar dahulu (mengikuti prosedur). PSSI ini punya kewajiban juga untuk melindungi (sepakbola) Indonesia, tidak bisa orang itu dengan mudah untuk menjadi WNI. Itu yang sudah dititipkan dari pemerintah kepada kami," kata Tisha saat dihubungi, Sabtu (17/3/2018).
"Kami akan jalankan itu, jadi ya apabila ingin jadi WNI, silakan. Tapi harus benar-benar ingin jadi WNI dulu baru setelah itu kita akan pertimbangkan sisi olahraganya," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sempat mengeluarkan pernyataan bakal memperketat proses naturalisasi. PSSI pun sangat mendukung keinginan dari pihak pemerintah tersebut.
"Kami ikut saja apa kata pemerintah. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi itu adalah dimana pemain tersebut harus menjadi WNI dahulu, baru dia bisa bermain sepakbola. Bukan terbalik," jelasnya.
Baca Juga: PSSI Sambut Positif Adanya Jadwal Khusus untuk Tim Papua
"Seperti Ilija Spasojevic yang sebenarnya dia memang mau menjadi WNI dan kami tidak bisa melarang, karena itu merupakan hak dari setiap warga negara. Kemudian Spaso dipanggil ke Timnas Indonesia," pungkas Tisha.
Naturalisasi bukanlah hal baru di Indonesia. Terakhir, Ezra Walian menjadi WNI melalui proses naturalisasi dengan pertimbangan untuk Timnas Indonesia.
Padahal, menjadi WNI harus melewati beberapa prosedur yang dilakukan. Seperti harus menetap di Indonesia minimal lima tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Rela Turun Kasta demi Gabung Semen Padang
-
Timnas Indonesia Tanpa Pesawat Carter di Piala AFF 2026, Sumardji Jamin Fasilitas Tetap Maksimal
-
Resmi Jadi WNI, Striker Didikan Amerika Mitchell Baker Tak Sabar Bela Timnas Indonesia
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
ITS Uji Coba Traktor Perahu Listrik, Jawab Tantangan Bertani di Lahan Gambut
-
Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan
-
Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang
-
6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas