Suara.com - Pelatih tim Jerman Joachim Low mengaku dirinya sangat terkejut skuatnya gagal ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Namun Loew mengakui bahwa Jerman pantas tersingkir setelah kalah dari Korea Selatan.
Kegagalan Jerman yang menyandang sebagai juara bertahan ke babak 16 besar adalah salah satu kejutan besar yang dalam sejarah kompetisi ini. Der Panzer harus tersingkir setelah di laga terakhir kalah 0-2 dari Korea Selatan.
Sementara dua gol Korsel yang bersarang ke gawang Jerman dicetak oleh Young-Gwon Kim dan Heung-Min Son. Kedua gol Korsel tersebut tercipta di akhir laga dan membuat Jerman tidak mampu membalasnya.
Hasil tersebut membuat Jerman gagal ke babak 16 besar setelah hanya mengantongi tiga poin dari tiga laga. Sementara yang memastikan lolos adalah Swedia sebagai juara grup F dan didampingi Meksiko.
Usai pertandingan pelatih Jerman, Joachim Low pun mengaku sangat terkejut dengan hasil skuatnya. Namun demikian, Low yang telah menangani Jerman sejak 2006 merasa bahwa skuatnya memang pantas tersingkir.
"Kekecewaan kami dieliminasi sangat besar. Kami tidak pantas untuk memenangkan Piala Dunia lagi, kami tidak layak untuk maju ke babak 16 besar," kata Low seperti dilansir BBC.
"Saya terkejut. Terkejut karena kami tidak berhasil melakukannya dan mengalahkan Korea Selatan dan kami kalah dalam pertandingan ini," ujarnya.
"Itu bukan kesan saya ketika saya berbicara dengan tim sebelumnya bahwa mereka berada di bawah tekanan sebelum pertandingan karena laga Swedia berlangsung pada waktu yang sama."
"Kami benar-benar memiliki perasaan bahwa tim kami ingin maju dan lolos ke babak knock out. Bagaimana kita pergi dari sini? Kita harus membicarakannya dengan tenang," kata Low
"Saya pikir itu terlalu dini bagi saya untuk mengatakan sesuatu. Saya membutuhkan waktu beberapa jam untuk berdamai dengan hal itu dan saya sangat kecewa dengan eliminasi ini."
"Tim kami dalam laga ini kehilangan kemudahan bermain dan kekaguman yang biasanya kami tampilkan. Juga dinamisme yang menyebabkan peluang mencetak gol tidak ada di sana, jadi kami layak untuk tersingkir," pungkas Low.
Berita Terkait
-
Kapolda Minta Maaf Anak Buahnya Palsukan Laporan Orang Hilang di Jeju
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Jurgen Klopp Resmi Ambil Alih Timnas Jerman, Misi Bangun Ulang Die Mannschaft Dimulai
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Harga BBM Non-Subsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Per 1 September 2026 Naik!
-
BUMDes Tumbuh, Omzet Melejit dari Rp4,6 Miliar Jadi Rp27,6 Miliar
-
3 HP Redmi dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, QRIS dan Top Up Praktis Tinggal Tap
-
Danantara: Tugas Insan BUMN Tak Cuma Bikin Perusahaan Sehat
-
6 Cara Reapply Sunscreen untuk Penderita Melasma tanpa Merusak Makeup
-
Diborgol dan Dirantai, Gadis Sumenep Jadi Korban Kebiadaban Ayah Kandung Selama 5 Tahun
-
6 Cara Reapply Sunscreen untuk Penderita Melasma tanpa Merusak Makeup
-
Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp75,57 Triliun, Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5 Persen
-
6 Rekomendasi Two Way Cake Lokal Terbaik High Coverage, Mulai Rp30 Ribuan
-
Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon Lewat Pengembangan Ekosistem Baterai