- Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Korea Selatan pada 28 Juni 2026 setelah tersingkir di fase grup.
- Keputusan Hong meninggalkan Korea Selatan menuju Amerika Serikat dilakukan demi melindungi keluarga dari ancaman pembunuhan yang serius.
- Hong menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan kesiapan memberikan penjelasan terkait kegagalan tim di parlemen secara terbuka.
Suara.com - Mantan pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, akhirnya angkat bicara setelah dua pekan bungkam usai kegagalan di Piala Dunia 2026.
Ia mengungkap alasan di balik kepergiannya dari negara tersebut, yakni ancaman serius terhadap dirinya dan keluarga.
Hong mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah Korea Selatan tersingkir di fase grup.
Hasil buruk itu memicu gelombang kritik tajam dari publik dan bahkan tekanan dari kalangan pemerintah.
Dalam pernyataan resminya, Hong menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Korea Selatan.
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada seluruh warga yang telah mendukung sepak bola Korea. Saya gagal memenuhi harapan bangsa,” ujarnya dikutip dari media Korsel.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.
“Sebagai pelatih, saya menerima tanggung jawab ini dengan sangat serius,” tambahnya.
Hong menjelaskan bahwa ia sengaja tidak memberikan komentar selama dua pekan.
Baca Juga: FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed
Menurutnya, hasil buruk tim adalah beban yang harus ia tanggung sendiri sebagai pelatih kepala.
Namun, keheningan tersebut justru memicu spekulasi liar.
Ia menyebut banyak informasi tidak benar dan rumor yang berkembang tanpa dasar.
Kontroversi semakin membesar ketika Hong diketahui meninggalkan Korea Selatan menuju Amerika Serikat.
Keputusan itu menuai kritik dan dianggap sebagai upaya menghindari tekanan publik.
Hong membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan kepergiannya semata-mata demi alasan keamanan.
Berita Terkait
-
FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed
-
Rp1,3 Triliun untuk Operasional, Berapa Gaji Presiden FIFA Gianni Infantino?
-
Prancis vs Maroko: Pasukan Singa Atlas Siap Permalukan Tanah Kelahiran
-
Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Skuad Tiga Singa Putus Suplai Bola ke Erling Haaland
-
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Erick Thohir Buka Suara! FIFA Belum Beri Kepastian Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kecewa Pratama Arhan Pilih Persija, Perjanjian Tertulis dengan PSIS Semarang Diungkit
-
Profil Patryk Klimala Bomber Haus Gol Asal Polandia yang Ogah Gabung Persib
-
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
-
Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Skuad Tiga Singa Putus Suplai Bola ke Erling Haaland
-
Rp1,3 Triliun untuk Operasional, Berapa Gaji Presiden FIFA Gianni Infantino?
-
Prancis vs Maroko: Pasukan Singa Atlas Siap Permalukan Tanah Kelahiran
-
Rahasia Belakang Layar Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Ada Ritual Wajib Pemain
-
Mesin Belgia Mulai Panas, Courtois Yakin Setan Merah Pulangkan Spanyol