Suara.com - Timnas Indonesia U-16 turut berduka atas bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018). Pelatih Fakhri Husaini pun bertekad untuk memenangkan laga melawan Australia di Piala Asia U-16 2018
"Kami turut prihatin dan berduka atas peristiwa itu," ujar pelatih timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini di Petaling Jaya, Selangor, seperti dilansir Antara, Sabtu (29/9/2018).
Dia melanjutkan, pihaknya juga berharap semua proses evakuasi dan penyelamatan para korban berjalan dengan lancar. Fakhri pun berdoa supaya para korban tabah menghadapi kejadian tersebut.
Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di kedalaman 10 kilometer yang berjarak 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah, terjadi pada Jumat (28/9), pukul 17.02 WIB. Gempa ini telah memicu tsunami setinggi 0,5 hingga enam meter di pesisir barat Sulawesi Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami itu mencapai 384 orang. Selain itu, lebih dari 500 orang luka-luka dan 29 orang dinyatakan hilang.
Melihat kondisi tersebut, timnas Indonesia U-16 pun berharap bisa memberikan yang terbaik di laga menghadapi Australia pada perempat final Piala Asia U-16 2018, Senin (1/10/2018).
"Tentu kami ingin memenangkan laga ini untuk seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Donggala dan Palu," tutur Fakhri.
Adapun pertandingan babak perempat final Piala U-16 Asia, Indonesia versus Australia akan digelar pada Senin (1/10) di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 16.30 waktu Malaysia.
Australia sendiri lolos ke delapan besar setelah merebut "runner up" Grup D dengan mengoleksi enam poin dari tiga laga. Di grup, Australia menelan sekali kekalahan yakni kala berhadapan dengan Korea Selatan di mana mereka takluk 0-3.
Indonesia sendiri berhasil menyegel satu tempat di perempat final usai menjadi juara Grup C dengan catatan satu kemenangan dan dua hasil seri dari tiga pertandingan.
Berita Terkait
-
Sabah Diguncang Gempa M 7,1, Getaran Terasa hingga Kaltara
-
Gempa M 7,1 Guncang Wilayah Kalimantan, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Elevated Road Palu Sepanjang 2,26 Km Resmi Beroperasi
-
Kembali Lawan Persipal Palu, Kendal Tornado FC Pantang Remehkan Lawan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Putri Indonesia Tumbang 0-3 dari Thailand di Laga Perdana
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama
-
Bergulir Bulan Depan, Inilah Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026