Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti akan menjadi pelatih termuda di grup B dan termuda kedua di Piala AFF 2018 setelah pelatih Kamboja, Keitsuke Honda. Bima akan bersaing dengan senior-senior yang memiliki jam terbang tinggi dari Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste.
Bima Sakti yang berusia 42 tahun akan menjalani debut pertamanya menjadi pelatih kepala timnas Indonesia setelah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan pelatih asal Spanyol Luis Milla Aspas.
Bima yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Luis Milla memiliki tanggung jawab besar untuk membawa Indonesia berjaya di Piala AFF 2018 meski masa persiapan hanya satu bulan. Namun, bisa jadi semangat nasionalisme berlebih kala ia mencatatkan diri sebagai pelatih asli Indonesia pertama yang menangani timnas Indonesia sepanjang sejarah Piala AFF.
Bukan tidak mungkin, justru di tangan pelatih asal Pekanbaru, Riau, timnas Indonesia bisa meraih trofi Piala AFF untuk pertama kalinya setelah selama ini hanya lima kali menjadi runner-up.
Di grup B, Bima akan adu strategi dengan mantan pelatih Ghana di Piala Dunia 2010 yang kini menangani Thailand, Milovan Rajevac. Selain Milovan Rajevac, Bima juga akan menghadapi senior-senior lainnya yang akan bolatimes bahas di bawah ini:
Tag
Berita Terkait
-
Dua Pemain Persija Dipanggil Timnas, Teco Enggan Berkomentar
-
Bima Ketuk Palu, Ini 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2018
-
Piala AFF 2018: Kiper Persija Dipastikan Masuk Skuat Indonesia
-
Perusahaan Otomotif Inggris Siap Berkantor di Singapura
-
Di Singapura, Sandiaga: Infrastruktur Era Jokowi Oke, Tapi ...
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya