Suara.com - Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat menyambut kepulangan timnas Indonesia U-22 ke Tanah Air, usai menjuarai Piala AFF U-22 2019 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (26/2/2019). Mata wanita berusia 33 tahun itupun terlihat berkaca-kaca.
Namun, saat disinggung oleh wartawan, Tisha menjawab dengan perasaan malu. Ia mengaku bahagia atas prestasi yang diberikan disaat berbagai hal yang menerpa sepak bola Indonesia.
"Ah lihat saja. Ah enggak jadi pulang deh," kata Tisha ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (26/2/2019).
"Tidak bisa dipungkiri, ini merupakan hadiah yang sangat berharga untuk kami. Di tengah segala perbaikan yang harus kami jalani bersama, ibaratkan ini satu tim, harus menjadi stoper, penjaga gawang, ada yang harus jadi penyerang. Saya ibaratkan jadi kiper yang kemudian berkaca-kaca, timnya menggolkan," tambahnya.
Tisha menambahkan perjuangannya bersama dengan rekan-rekannya di PSSI bisa dibilang berhasil. Meski begitu, Tisha menjelaskan belum puas karena masih ada hal-hal yang harus didapat terkait prestasi ke depannya.
"Sebagai tanggung jawab di sekjen, di manajemen layer, kami stand by 1x24 jam seluruhnya untuk timnas, kapan dibutuhkan, kami mengurus seluruh logistik. Saya hanya mengingat flashback kembali apa yg telah kita alami, bersama anak-anak bersama, di tengah perbaikan organisasi, datang secercah harapan, yang kita harap menjadi inspirasi," ia menambahkan.
"Saya pernah bicara semua, hal yang diinisiatifkan semua pihak ini untuk kebaikan sepak bola Indonesia, ujungnya ya seperti itu. Maka jangan sampai, satu hal yang tidak bisa kita lindungi, apa itu, mimpi anak-anak menjadi pemain bola, seperti pemain timnas. Sekarang, adanya momen ini kembali, menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia, dan mengingat momen itu alhmdulillah rasa syukur yang tidak tertahankan," pungkasnya.
Timnas Indonesia U-22 berhasil menjadi juara usai mengalahkan Thailand di babak final dengan skor 2-1. Kemenangan tersebut cukup membanggakan lantaran skuat Garuda Muda tertinggal lebih dahulu, sebelum membalikan keadaan.
Baca Juga: Pesta Gol, Liverpool Masih Pimpin Klasemen Liga Inggris
Berita Terkait
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Dirumorkan ke Super League, Mauro Zijlstra Justru Jadi Pahlawan Kemenangan FC Volendam
-
Hal-hal yang Membuktikan Timnas Indonesia Berada di Level Berbeda Sepanjang 2025
-
Kisah Striker Thailand: Pulang Abroad dari Liga Jerman Demi Jadi Biksu
-
Gagal Total di SEA Games, Timnas Indonesia U-22 Kini Terancam Sanksi dari Kemenpora
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri
-
Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT
-
Apa Itu Bilangan Prima? Ini Pengertian, Sifat, Contoh, dan Cara Menentukannya
-
Praktis! 2 Produk Ini Bisa Hapus Makeup sekaligus Membersihkan Wajah
-
Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU
-
Timnas Indonesia Tanpa Rizky Ridho di FIFA ASEAN Cup 2026?
-
Tutorial Membuat Winged Eyeliner yang Rapi untuk Pemula, Ikuti 8 Langkahnya
-
Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS
-
Diduga Rugikan Negara Rp38 M Kasus Batu Bara, Manajer PT PPA dan Petinggi PT BAS Sidang Perdana
-
Tak Cuma Rp1 Miliar, Pemda DIY Desak Kampus Ringankan UKT Mahasiswa NTT