Suara.com - Kuasa Hukum Persija Jakarta Gusti Randa memberikan bocoran identitas wanita yang dilecehkan oleh Marko Simic saat dalam penerbangan menuju Sydney, Australia, pada 10 Februari lalu. Gusti menyebut wanita tersebut berinisial RW warga Indonesia yang menetap di Australia.
Sebagaimana diketahui, Simic didakwa melakukan tindakan pelecehan seksual. Paspor milik pemain asal Kroasia itupun ditahan hingga persidangan yang akan dilakukan pada 9 April mendatang.
"Jadi pada penerbangan GA0741 dari Bali ke Sydney dalam satu jam perjalanan. Silahkan tanya ke Garuda apa masih dalam teritorial Indonesia. Simic duduk di kursi 37 perempuan itu ada di 39," kata Gusti Randa di Hotel Sultan, Senayan, Kamis (28/2/2019).
"Row 37, 38, 39 memang sudah dibooking oleh Persija. Antara Simic dengan perempuan ini sudah saling kenal, artinya kenal di atas pesawat. Bukan ujug-ujug tidak kenal. Ada sedikit pegangan tangan, dipegang tangan perempuan itu, lalu merasa tidak suka. Lalu dipegang lagi pahanya, lalu gak suka. Nah perempuan itu melaporkan kepada pramugara," tambah Gusti Randa.
"Akhirnya, perempuan itu dipindahkan ke kursi no 21. Setelah itu sudah selesai masalahnya. Namun, perempuan itu merasa tidak safe takut digoda lagi, maka dia adukan kepada pramugara. Di dalam penerbangan itu ada beberapa tahapan peringatakan kepada penumpang. Disebut ada warning 1, warning 2. Kalau waning kedua tidak mau, akan diberikan final warning card."
"Kalau itu sudah dikeluarkan, seseorang melakukan tindakan destruktif. Untuk Simic, hanya dikenakan warning pertama, setelah itu manajer Persija (Ardhi Tjahjoko) dipanggil untuk menasehati Simic. Setelah itu Simic mengerti, lalu terjadilah komunikasi antara Simic, pramugara dan korban."
"Akhirnya terjadi saling maaf, dan Simic kembali ke kursinya. Nah, di sini ada miss link yang perlu saya kejar kenapa kok tiba-tiba sebelum landing Simic dibacakan final warning card oleh pramugara. Karena Simic bangun tidur, dia bilang oke saja, dia gak tahu juga apa itu artinya."
Gusti melanjutkan permasalahan ini sedang ditindaklanjuti oleh lawyer Simic yang ada di Australia. Lawyer tersebut ingin memastikan korban merupakan warga Indonesia yang menetap di Australia atau bukan.
"Korban itu berinisial RW. Mengaku sebagai permanen resident di Australia. Nah, ini apakah betul dia permanent apa bukan itu silahkan lawyer Simic di Australia menindaklanjuti. Tapi si RW mengatakan PR permanent residen," ia menambahkan.
Baca Juga: Escobar Siap Gantikan Peran Marko Simic di Lini Depan Persija Jakarta
"Nah, bagaimana penampilan dia kok dilecehkan?, menurut pramugara memang dandanannya seronok. Dan dia juga sudah dua kali menjadi korban pelecehan. Yang pertama dalam penerbangan Delta Air," ungkapnya.
Lebih jelasnya, Gusti menyebut pihak Garuda akan memberikan keterangan dalam persidangan yang akan digelar pada 9 April mendatang.
"Karena itulah form yang berwarna kuning itu menjadi kesatuan dengan manifest pesawat sehingga ketika di terminal, polisi langsung naik ke pesawat. Saya tahu seperti ini karena sudah bertemu dengan Garuda. Saya sudah bertemu dengan pramugaranya."
"Lalu, Garuda akan memberikan sebuah kronologi yang saya ceritakan tadi. Itu akan dijadikan bukti untuk persidangan Simic 9 April 2019," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Mudik ke Maluku, Pemain Keturunan Ini Dibuat Geleng-geleng Lihat Indahnya Kampung Halaman
-
Alarm untuk Andritany, Cyrus Margono Siap Rebut Status Kiper Utama Persija
-
Dari Jantung Pertahanan ke Lini Tengah, Ini Kunci Sukses Jordi Amat di Persija
-
Sering Terlihat Kesal, Allano Lima Tegaskan Bukan Pemain Tempramen
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League