Suara.com - Penampilan Persija Jakarta menurun dalam beberapa pertandingan terakhir. Persija tak lagi ganas layaknya tim juara Liga 1 serta Piala Presiden 2018.
Tim kesayangan Jakmania --sebutan suporter Persija-- telah menelan kekalahan dua kali di dua laga pamungkas mereka di semua ajang, yakni melawan Kalteng Putra di perempatfinal Piala Presiden 2019 (kalah adu penalti di kandang sendiri) serta dari Ceres Negros (tandang di Filipina) di lanjutan babak fase grup Piala AFC 2019.
Well, banyak faktor yang membuat Persija tak lagi ganas seperti biasa. Salah satunya adalah tumpulnya lini depan.
Ketidakhadiran Marko Simic jadi masalah utama Persija. Ya, tidak ada pemain lain sejauh ini yang bisa menggantikan peran penyerang asal Kroasia tersebut sebagai ujung tombak andalan Macan Kemayoran --julukan Persija.
Sebagaimana diketahui, Simic tersandung kasus pelecehan seksual di Australia. Ia masih tertahan di Negeri Kangguru dan sedang menanti nasibnya hingga 9 April mendatang.
Total sudah 10 pertandingan dilalui Persija tanpa kehadiran Marko Simic. Sebanyak itu pula lini depan Persija tampil melempem.
Dengan absennya Simic, lini depan Persija yang diisi oleh Silvio Escobar, Bambang Pamungkas, hingga Rishadi Fauzi praktis tumpul serta masih mampet memberikan gol. Gol-gol Persija justru lahir sederet pemain yang bukan berposisi sebagai striker.
Tercatat, Persija telah mencetak 17 gol dari 10 pertandingan terakhir yang mereka jalani di semua ajang. Raihan yang sejatinya cukup bagus. Namun, tak ada gol yang tercipta dari kaki para penyerang, dengan sembilan gol dari 17 gol tersebut justru lahir dari Bruno Matos, yang notabene berposisi sebagai gelandang serang.
Saking tidak banyak pilihan, pelatih Ivan Kolev bahkan sampai sempat memainkan Steven Paulle sebagai striker. Padahal, pemain yang direkrut dari PSM Makassar pada bursa transfer 2019 itu adalah seorang centre-back.
Baca Juga: Kalah dari Ceres Negros, Skuat Persija Jakarta Langsung "Dibubarkan"
Ya, Kolev berharap Paulle bisa menjadi "pemantul" bola untuk menghadirkan kans bagi second line untuk mencetak gol.
Well, minimnya stok pemain bisa dibilang juga jadi masalah Persija. Macan Kemayoran harus segera bebenah, agar bisa kembali ganas pada lanjutan babak fase grup Piala AFC, serta tentunya Liga 1 2019 yang akan kembali bergulir pada awal Mei mendatang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta