Suara.com - Antonio Cassano memberikan kritikan menohok kepada eks timnya, AC Milan. Klub asuhan Gennaro Gattuso itu dianggap sebagai tim yang hanya selevel dengan kesebelasan medioker.
AC Milan memang tengah mengalami performa yang buruk. Tercatat, Alessio Romagnoli dan kolega meraih satu kemenangan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi. Hasil itu juga membuat AC Milan kini terlempar di posisi ke-7 klasemen sementara dengan raihan 56 poin dari 34 pertandingan.
Jika dirunut di berbagai kompetisi, AC Milan bisa dibilang gagal total. Pada musim 2018/2019, AC Milan tak mampu lolos grup di Liga Europa. Kemudian, mereka juga gagal di Coppa Italia setelah disingkirkan oleh Lazio di babak semifinal.
Kondisi ini pun tentu memantik perhatian dari mantan pemainnya, Antonio Cassano. Sebab, AC Milan dulu dikenal sebagai tim yang garang. Lihat saja deretan trofi di lemari klub, tersusun rapi tujuh trofi Liga Champion, 18 Scudetto, hingga lima trofi Serie A.
Menurut Cassano, keterpurukan AC Milan saat ini tidak lepas dari materi pemain yang kurang berkualitas. Kemudian, Gattuso juga dianggap kurang cakap untuk menakhodai Rossoneri.
"Gattuso mengambil tanggung jawab yang tidak seharusnya dia pinggul," kata Antonio Cassano dikutip dari Tribal Football.
"Saya melihat Gattuso punya skuat layaknya tim medioker. Di antara para pemain yang ada di Milan pada saat ini, tidak ada dari mereka yang pernah bermain di tim tempat saya bermain," imbuhnya.
Meski demikian, Cassano enggan menyalahkan Gattuso. Ia lebih menyarankan AC Milan segera mencari pelatih yang lebih berkualitas pada musim depan agar lebih kompetitif. Antonio Conte dinilai sebagai salah satu kandidat yang cocok.
"AC Milan harus memiliki target untuk jadi juara. Antonio Conte tidak akan bisa pindah ke Inter Milan karena [Luciano] Spalletti akan bertahan di sana. Dia hanya bisa pindah ke AC Milan," tutup mantan striker Real Madrid itu.
Baca Juga: AC Milan Gagal ke Final Coppa Italia, Ini Komentar Gattuso
Bolatimes/Irwan Febri Rialdi
Berita Terkait
-
Menahan Tangis, Gennaro Gattuso Minta Maaf Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
-
Tangis Gattuso Pecah saat Timnas Italia Kembali Jadi Pecundang di Kualifikasi Piala Dunia
-
Gennaro Gattuso Targetkan Italia Menangi Dua Laga Play-off Piala Dunia Lawan Irlandia Utara
-
Prediksi Starting XI Italia vs Irlandia Utara: Gennaro Gattuso Pusing Banyak Pemain Cedera
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Thom Haye Sebut Timnas Indonesia Harusnya Menang atas Bulgaria
-
Fakta John Herdman di 2 Laga FIFA Series, Eksploratif Tapi Tanggung Jawab!
-
Setelah Tampil Ganas di FIFA Series 2026, Apa Lagi Tantangan Timnas Indonesia?
-
Perluas Interaksi Digital Suporter, Persija Gandeng Chiliz Luncurkan Fan Token
-
Ada Andil Patrick Kluivert, Timnas Indonesia Gagal Dapat Hadiah Ratusan Miliar dari FIFA
-
Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia
-
Timnas Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Pelatih Persib Angkat Topi untuk Anak Asuhannya
-
Kilas Balik Lini Belakang Timnas Indonesia di2Laga FIFA Series 2026, Solid Tak Terbantahkan
-
Bukan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Ini Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Bagimana Laga Timnas Indonesia di FIFA Series 2026? Banyak Kemajuan Sejak Era Kluivert