Suara.com - Riyad Mahrez menjadi bagian tim Manchester City yang sukses menjuarai Liga Inggris musim 2018/2019. Namun menit bermain winger berusia 28 tahun itu terbilang cukup minim musim ini, sebagaimana ia bukanlah opsi utama pelatih Pep Guardiola di starting eleven Man City.
Mahrez tercatat baru tampil di 43 pertandingan Man City musim ini, dan kebanyakan.
Jumlah tersebut terbilang cukup minim mengingat Man CIty melaju sampai ke final di kompetisi Piala Liga Inggris dan Piala FA, serta sampai perempatfinal di Liga Champions.
Meski tak jadi opsi utama di Man City semenjak didatangkan dari Leicester City pada bursa transfer musim panas 2018 lalu, Mahrez tetap menegaskan loyalitasnya bersama Manchester Biru.
Winger internasional Aljazair itu mengaku kerasan dan bahagia di Man City, serta masih ingin bersaing untuk memperebutkan tempat di starting eleven Man City musim depan.
Ya, Mahrez mengaku tak kepikiran hengkang dari Man City pada bursa transfer musim panas ini meski kerap dikaitkan dengan kepergian ke klub lain.
"Ini tidak mudah untuk datang ke tim yang sudah mapan, yang punya banyak pemain yang bermain," buka Mahrez seperti dilansir Sky Sports News.
"Skuat ini telah melakukan segalanya musim lalu, skuat yang fantastis. Saya kemudian datang dan musim ini jadi musim perdana saya di Man City," sambung pemain yang juga pernah memperkuat Le Havre di Prancis tersebut.
"Saya sudah tahu sejak awal bahwa ini takkan mudah di tahun pertama saya, namun saya sangat percaya diri dan tidak punya keraguan soal kualitas saya. Saya sudah tahu bahwa ketika saya punya kesempatan, saya harus memanfaatkannya. Saya mencetak gol di kandang Brighton (dalam kemenangan 4-1 di pekan pamungkas Liga Inggris 2018/2019) dan itu membantu tim ini (menjuarai liga)," celotehnya.
Baca Juga: City Juara Liga Inggris, Barcelona Kangen Guardiola
"Saya sangat bahagia di sini. Saya tidak ingin pergi ke tempat lain hanya karena saya tidak bermain. Itu adalah bagian dari sepakbola. Saya harus kuat, tetap kuat! Itu adalah bagian dari kepribadian saya. Saya tidak pernah sembunyi," tukas Mahrez.
Berita Terkait
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Agen Erling Haaland Sebut Manchester City Klub Tersulit untuk Negosiasi
-
Casemiro Berpotensi Gabung Inter Miami
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati