Bola / Bola Dunia
Sabtu, 18 Mei 2019 | 03:15 WIB
Massimiliano Allegri hadiri jumpa pers babak perempat final Liga Champions kontra Ajax, 15 April 2019 [AFP]

Dalam laga itu, tiga gol Blaugrana masing-masing dicetak oleh Ivan Rakitic di menit ke-4, Luis Suarez di menit 68 dan Neymar di menit 90+7. Sedangkan satu-satunya gol balasan Juve dibukukan oleh Alvaro Morata di menit 55.

Para pemain Bayern Munich merayakan gol Arjen Robben. CHRISTOF STACHE / AFP

2. 2015/16 - Pencapaian terburuk Juventus selama di asuh Allegri.

Berstatus finalis musim sebelumnya, Juventus yang diperhitungkan sebagai kandidat juara di musim 2015/16 ternyata gagal melangkah jauh pada edisi kali ini. Lolos ke fase gugur dengan status runner up Grup D, langkah Juventus terhenti di babak 16 besar.

Di fase gugur pertama itu, tim besutan Massimiliano Allegri berhadapan dengan jawara Bundesliga, Bayern Munich.

Di leg pertama, Juve berhasil menahan imbang Die Roten 2-2 di Juventus Stadium. Di leg kedua, Juventus pun dipastikan tersingkir setelah Bayern menang 4-2 lewat perpanjangan waktu.

Laga leg pertama Juventus vs Real Madrid yang dimenangi El Real dengan skor 3-0 (AFP/MARCO BERTORELLO)

3. 2016/17 - Mimpi Juventus kembali buyar di kaki pemain klub Spanyol.

Di musim 2016/17, Allegri kembali berpeluang mempersembahkan gelar Liga Champions bagi Juventus. Berhasil menyingkirkan FC Porto, Barcelona dan AS Monaco di fase gugur, Juventus menantang Real Madrid di final.

Akan tetapi Dewi Fortuna sepertinya belum berpihak kepada Allegri. Di partai final yang berlangsung di Millennium Stadium, Cardiff, Juventus lagi-lagi mengalami pembantaian seperti di final dua musim sebelumnya.

Di pertandingan tersebut, Juventus dibantai dengan empat gol berbalas satu. Sebiji gol dari Mario Mandzukic tak cukup untuk memboyong Si Kuping Besar ke Turin setelah Madrid menunjukkan kesaktiannya lewat dua gol Cristiano Ronaldo, satu gol Casemiro dan Asensio.

Baca Juga: Gagal di Liga Champions, Juventus Pecat Allegri

Gianluigi Buffon (kanan) bersama Cristiano Ronaldo usai leg pertama Juventus vs Real Madrid (AFP/JAVIER SORIANO)

4. 2017/18 - Dendam yang gagal terbalaskan di babak perempat final.

Duel Juventus versus Real Madrid kembali terjadi di musim 2017/18. Namun kali ini, kedua finalis di musim sebelumnya itu saling berhadapan di babak perempat final.

Pertandingan yang berlangsung di bulan April tahun 2018 ini menjadi salah satu laga yang paling dikenang pecinta sepak bola dunia. Di leg pertama, Juventus dipermalukan dengan tiga gol tanpa balas oleh Madrid.

Namun di leg kedua, Juventus bangkit. Di sepanjang 90 menit waktu normal, Si Nyonya Tua berhasil menyeimbangkan agregat dengan memimpin 3-0.

Namun di masa injuri, tepatnya di menit 90+8, harapan Juventus untuk melaju ke semifinal kandas. Lewat titik penalti, megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo menyingkirkan tim besutan Allegri.

Kapten Ajax yang baru berusia 19 tahun, Matthijs de Ligt, merayakan golnya ke gawang Juventus di leg kedua laga perempat final Liga Champions, Rabu dini hari (17/4/2019) waktu Indonesia. [AFP/Marco Bertorello]

5. 2018/19 - Klub kuda hitam akhiri karier kepelatihan Allegri di Allianz Stadium.

Musim ini, mimpi Juventus untuk menjadi raja di Eropa kembali kandas. Kehadiran Cristiano Ronaldo yang dibajak di awal musim dari Madrid, tak mampu memenuhi harapan publik Turin untuk memboyong Si Kuping Besar ke Allianz Stadium.

Menjadi yang terkuat di Grup H, Juve menyingkirkan Atletico Madrid di babak 16 besar. Akan tetapi keperkasaan Bianconeri hanya sampai di situ. Di babak perempat final Juventus disingkirkan tim underdog, Ajax.

Keberingasan Ajax, yang berhasil menyingkirkan juara bertahan Real Madrid di babak 16 besar, tak mampu diredam Juventus. Strategi Allegri pun dipatahkan pelatih pendatang baru di Liga Champions, Erik ten Hag dengan agregat akhir 3-2.

Catatan emas ten Hag yang berakhir pilu bagi Allegri, allenatore yang sukses menjadikan Juventus raksasa tak terkalahkan di kancah domestik.

Load More