Suara.com - Bintang Paris Saint-Germain, Neymar, tak henti-hentinya membuat sensasi. Terbaru, ia dilaporkan telah memperkosa seorang wanita kenalannya di sebuah hotel di Paris.
Melansir dari Mirror, Neymar mengenal wanita tersebut lewat jejaring sosial Instagram. Tindakan senonoh itu diberitakan telah terjadi pada 15 Mei 2019.
Neymar kabarnya sudah mengatur wanita itu untuk pergi ke hotel Sofitel Paris Arc Du Triomphe. Tak lama berselang, pemain 27 tahun itu menyusul datang dengan keadaan mabuk.
Sebelum menyetubuhi wanita tersebut, Neymar sempat berbincang-bincang dan melakukan tindakan kekerasan fisik. Sontak kejadian itu membuat sang wanita trauma.
Namun karena tak tahan, wanita yang tak diketahui identitasnya itu akhirnya melaporkan kejadian dugaan pelecehan seksual ke pihak kepolisian. Kabarnya, si wanita sudah melaporkan saat Neymar bertolak ke Brasil, pekan lalu.
Hingga kini, baik Neymar maupun PSG belum mengonfirmasi kasus ini. Namun, ayah Neymar, Neymar SR, membantah tuduhan pemerkosaan yang melibatkan anaknya tersebut lewat siaran televisi lokal Brasil.
''Jika opini publik tidak diluruskan, dan jika kami tidak bisa membuktikan kebenarannya dengan segera, ini akan menjadi semakin besar. Jika kami harus menunjukkan Whatsapp Neymar dengan gadis ini, kami akan melakukannya, karena sudah jelas ini adalah jebakan,'' ungkap ayah Neymar.
Masalah ini tentu menambah panjang daftar kasus yang melibatkan Neymar. Sebelumnya, mantan pemain Barcelona itu sudah dihukum federasi sepak bola Prancis lantaran memukul salah seorang fans kala final Piala Prancis.
Tak hanya itu, Neymar juga harus rela kehilangan ban kapten di Timnas Brasil. Disinyalir, masalah indisipliner inilah yang membuat pelatih Brasil, Tite membebastugaskan dari jabatannya sebagai kapten.
Baca Juga: Dilaporkan Hubungi Messi, Neymar Ingin Kembali ke Barcelona?
Sebagai informasi, Neymar kini sedang menjalani pemusatan latihan Timnas Brasil sebagai persiapan menyambut gelaran Copa America 2019. Rencananya, turnamen terbesar di Amerika itu akan dimulai pada 14 Juni mendatang.
Berita Terkait
-
Sihir Vinicius Junior di Miami: Cetak Brace, Bikin Ancelotti Geleng-Geleng Kepala
-
Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion
-
Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan
-
Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey