Suara.com - Pelatih timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri sebentar lagi akan menikahkan anak pertamanya bernama Aryandra Andaru pada Minggu (23/6/2019). Jelang melepas anaknya tersebut, Indra Sjafri mengaku sedikit pusing.
Bahkan, Indra menyebutkan bahwa mengurusi anaknya menikah lebih pusing ketimbang saat melatih tim nasional. Meski begitu, pelatih asal Sumatera Barat itu mengaku senang bisa membantu anaknya ke jenjang pertandingan.
Diakui oleh Indra, ia jarang sekali membantu anaknya. Hal ini dikarenakan kesibukannya bersama dengan tim nasional Indonesia.
Indra menyamakan persiapan pernikahan anaknya dengan kesiapan tim nasional Indonesia U-19 saat dilatihnya yang akan menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 2018 pada 2017 lalu.
Bermain di Korea Selatan, saat itu, Garuda Nusantara --julukan timnas Indonesia U-19-- kalah telak 0-4, Sabtu (4/11/2017).
"Ya saya tentu sangat senang ya anak saya telah diberikan jodoh dan nanti akan melakukan pesta pernikahannya di tanggal 23 ini. Perasaan saya tentu sangat senang, tetapi saya lebih stress menghadapi pernikahan anak saya daripada memikirkan timnas saat lawan Korea Selatan," kata Indra Sjafri saat berkonsultasi dengan Nendia Primarasa terkait pernikahan anaknya, Rabu (19/6/2019).
"Jadi ada hal yang memang bahagia bercampur sedikit terharu karena bagaimana anak saya dari mulai SMP, SMA, sampai dia kuliah, dengan kesibukan saya di sepak bola ya sedikit komunikasi kami berdua jarang. Tapi Alhamdulilah akhirnya sekarang sudah akan melangsungkan pernikahan dan saya bersyukur untuk itu," katanya.
Tinggal menghitung hari, eks juru racik Bali United ini mengaku urusan terkait pernikahannya sudah rampung. Namun, Indra mengaku semakin mendekati acara semakin deg-degan
"Alhamdulillah sudah hampir rampung dan semua undangan sudah kita sampaikan. Persiapan untuk nikah juga sudah selesai, saksi dan segalanya emualah sudah hampir rampung, mudah-mudahan dengan izin Allah semuanya lancar," pungkasnya.
Baca Juga: Merlion Cup: Timnas U-23 Raih Peringkat Ketiga, Indra Sjafri Tetap Puas
Berita Terkait
-
Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional
-
Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Ini Jawaban Erick Thohir
-
Pernah Dihajar 1-4 Timnas Indonesia, 7 Pemain Yordania Ini Kini Tampil di Piala Dunia 2026
-
4 Pemain Australia yang Menang Lawan Turki Pernah Rasakan Kekalahan dari Timnas Indonesia U-23
-
Dony Tri Pamungkas Tak Takut Super League Musim Depan Tanpa Aturan Pemain U-23
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan