Suara.com - Mantan gelandang jangkar andalan Chelsea, Claude Makelele resmi comeback ke klub London Barat itu. Hal ini dikonfirmasi laman resmi Chelsea, Sabtu (3/8/2019).
Namun, Makelele kembali bukan untuk gabung dengan staf kepelatihan tim utama Chelsea, yang kini dibesut oleh Frank Lampard sebagai pelatih kepala. Makelele dan Lampard sendiri pernah lama menjadi rekan setim di Chelsea.
Well, Makelele kembali ke Chelsea dalam kapasitas sebagai pelatih yang khusus menangani tim muda alias tim akademi The Blues.
Makelele yang sukses dua kali menjuarai Liga Inggris dan satu Piala FA selama lima musim bersama Chelsea, beralih fungsi sebagai pelatih setelah karier 19 tahunnya sebagai pemain diakhiri pada 2011.
"Saya senang sekali bisa pulang kampung. Klub ini telah memberi banyak kepada saya dan sekarang saya ingin membalasnya dengan membantu pemain-pemain muda Chelsea memimpikan karier dalam sepakbola," ucap Makelele di laman resmi Chelsea.
"Saya ingin menggunakan semua pengalaman saya untuk membantu mereka menjadi para profesional pada segala aspek, dan saya menunggu itu dimulai," urai pria berusia 46 tahun itu
Makelele, yang juga sukses bersama Real Madrid sebagai pemain, akan ditugasi memantau penampilan para youngster di Chelsea.
Klub juara Liga Europa 2018/2019 itu memang harus mengandalkan barisan mudanya musim ini mengingat klub tengah hukuman dari FIFA selama dua jendela transfer.
Makelele praktis mengikuti jejak para mantan pemain Chelsea yang comeback pada musim panas ini, setelah Lampard yang kini jadi manajer tim, serta Petr Cech (penasihat teknis).
Baca Juga: Sering-sering Andalkan Zouma dan Abraham, Saran Mourinho untuk Lampard
Sementara itu, mantan kiper Chelsea Carlo Cudicini, yang membantu Antonio Conte serta Maurizio Sarri selama keduanya melatih klub London Barat itu, diberi peran baru sebagai pelatih teknik untuk para pemain pinjaman.
"Program pinjaman adalah bagian penting dari jalan pengembangan kami untuk para pemain muda di klub ini. Dan ini adalah peluang menarik untuk bekerja dengan generasi baru para pemain berbakat," kata Cudicini.
Berita Terkait
-
Hajar Chelsea di Stamford Bridge, Buktik PSG Lebih Berkualitas
-
Hasil Liga Champions: Drama Epik Sporting CP hingga Pesta Gol PSG di London
-
Lupakan Agregat, Luis Enrique Tuntut PSG Tampil 'Haus' di Kandang Chelsea
-
Bawa Modal Agregat 5-2 ke Markas Chelsea, Luis Enrique Haramkan Pemain PSG Santai
-
Dorong Ball Boy, Pemain Chelsea Terancam Sanksi UEFA
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Jelang FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Sindir Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Usai Lebaran 2026, Nonton Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
-
John Herdman Bersih-Bersih! 17 Pemain Dicoret dari Timnas Indonesia
-
Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Paspor Pemain Keturunan Indonesia di Eredivisie Jadi Skandal, Status Maarten Paes Disorot
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Musim Ini Telah Berakhir Buat Matthijs de Ligt?
-
Bintang Persib Tercoret, Ini Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Seruan Rasis ke Pemain Arab Berulang Kali Dilakukan, FIFA Cuma Kasih Denda ke Israel
-
FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko