Bola / bola-dunia
Rauhanda Riyantama
Striker Liverpool Senegal Sadio Mane (kanan) merayakan penilaian dengan gelandang Liverpool Mesir Mohamed Salah selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Liverpool dan Huddersfield di Anfield. [AFP/Oli Scarff]

Suara.com - Mohamed Salah tengah menjadi sorotan usai terlibat insiden dengan Sadio Mane saat Liverpool bertandang ke markas Burnley pada lanjutan Liga Primer Inggris beberapa waktu lalu. Akibatnya, striker asal Mesir itu dicap terlalu egois dan lebih mementingkan ambisinya.

Seperti dibertikan sebelumnya, kejadian itu bermula saat Salah tak mau mengoper bola kepada Mane meski telah berdiri bebas. Ia justru memaksakan untuk menendang bola, namu gagal menjadi gol.

Tak lama kemudian, Mane justru yang ditarik keluar oleh Jurgen Klopp. Nah, saat itu pula pemain asal Senegal itu marah-marah di kursi ganti pemain karena merasa tak terima dengan perilaku Salah.

Menanggapi pertikaian tersebut, legenda hidup Liverpool, Robbie Fowler, turut berkomentar. Menurutnya, tindakan Salah itu bukan pertanda buruk karena sudah sewajarnya sebagai seorang penyerang yang haus gol.

Baca Juga: Setujui Kontrak Jangka Panjang, Gaji Van Dijk di Liverpool Naik Drastis

''Sejujurnya saya tidak pernah mendengar omong kosong seperti hal yang dinilai sebagai cekcok di antara Mane dan Mo Salah. Semua orang berkomentar dan membicarakan omong kosong soal menjadi serakah atau menghancuran semangat tim,'' ungkap Fowler, seperti dikutip dari Mirror.

''Pernahkah mereka menyaksikan sepakbola sebelumnya? Anda tidak bisa menjadi pencetak gol berkelas tanpa kepercayaan diri untuk membobol gawang lawan. Itulah yang dilakukan para pencetak gol,'' tuturnya menambahkan.

Sadio Mane marah-marah saat ditarik keluar Liverpool. (Youtube/Stadium Astro).

Lebih lanjut, Fowler juga menilai bahwa Salah merupakan salah satu striker terbaik saat ini. Sebab, Salah kerap menjadi pahlawan Liverpool untuk memenangkan setiap pertandingan dengan gol-gol cantiknya.

''Saya melihat rekor Salah dan berpendapat jika ia akan tetap melakukan hal itu. Anda tidak akan mencetak banyak gol, tanpa menjadi apa yang orang bilang sebagai egois,'' kata Fowler.

''Tetapi apa yang orang-orang mau? Apakah mereka ingin Salah sebagai pencetak gol atau ia sebagai pemain yang selalu memberi umpan? Anda tidak benar-benar bisa menjadi keduanya,'' tandasnya.

Baca Juga: Kalah dari Malaysia, Fans Ibaratkan Indonesia bak Liverpool dan Man United

Pertandingan itu sendiri akhirnya dimenang oleh Liverpool dengan skor 3-0. Tiga gol The Reds dicetak oleh Sadio Mane, Roberto Firmino, serta gol bunuh diri dari pemain Burnley, Chris Wood.

Komentar

terkini