Suara.com - Hasil imbang yang didapat Tira-Persikabo 1-1 saat melawan Persib Bandung pada pertandingan pekan ke-18 Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (14/9/2019) membuat Pelatih Rahmad Darmawan kecewa.
Bukan tanpa alasan kekecewaan tersebut diungkapkan RD --sapaan akrab Rahmad Darmawan--. Sebab, Tira-Persikabo tidak bisa memanfaatkan situasi tuan rumah untuk mendulang tiga poin.
"Kalau masalah hasil saya kecewa, karena main di kandang kami seri. Tapi, ini situasi yang harus kami terima," kata RD dalam jumpa pers setelah pertandingan.
RD menambahkan tim asuhannya mengawali pertandingan dengan tidak baik. Ciro Alves dan kawan-kawan belum menemukan gaya bermain seperti biasanya, terutama di babak kedua.
Mantan pelatih Persija Jakarta itu menjelaskan kurang memaksimalkan dalam hal latihan. Sebab, ada beberapa pemain Tira-Persikabo yang telat bergabung selama libur karena adanya pemusatan latihan tim nasional.
"Kita mengawali permainan tadi seperti lupa bagaimana build up. Persib pun senang karena kita sudah lama tidak berkumpul untuk berlatih," katanya.
"Babak kedua saya mulai ingatkan mereka (pemain) untuk mulai lakukan build up, berani main dari bawah dan itu efektif di beberapa situasi," jelasnya.
Meski begitu, pelatih yang juga pernah menukangi Sriwijaya FC ini memuji penampilan Persib. Menurutnya, Maung Bandung --julukan Persib-- main sangat baik terutama di lini belakang.
"Persib main disiplin dan mereka lakukan pressing sabar hampir tidak ada kesalahan. Saya pikir hasil ini juga cukup adil karena kedua tim main bagus," katanya.
Baca Juga: Pelatih Persib Bandung Puas dengan Hasil Imbang Lawan Tira-Persikabo
Berita Terkait
-
Pelatih Persib Bandung Puas dengan Hasil Imbang Lawan Tira-Persikabo
-
Hasil Akhir Tira Persikabo vs Persib, Maung Bandung Tahan Imbang Tuan Rumah
-
Pertandingan Tira-Persikabo Vs Persib Sempat Diwarnai Ricuh Antar Suporter
-
Tira Persikabo vs Persib, Dua Tim Beradu Kuat di Babak Pertama
-
Tampil Tidak Dalam Kekuatan Terbaik, PSIS Tetap Incar Poin Hadapi Persija
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey