Suara.com - Pertandingan keempat Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia antara timnas Indonesia vs Vietnam akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 15 Oktober mendatang. Hal itu dipastikan setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melakukan inspeksi.
Awalnya, pertandingan antara timnas Indonesia versus Vietnam bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun, mempertimbangan situasi politik di Ibu Kota saat ini, PSSI memilih memindahkan venue pertandingan.
Sebagaimana diketahui, belakangan sedang marak aksi demonstrasi yang terpusat di Senayan.
"Alhamdulillah, AFC memenuhi permohonan PSSI untuk menggelar pertandingan di Bali. Tentu kami mengharapkan dukungan suporter Indonesia yang berada di luar Jakarta untuk mendukung langsung," kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Jumat (4/18/2019).
"Kami langsung bersurat ke AFC dan Alhamdulillah mereka menyetujui setelah delegasi mereka datang langsung untuk inspeksi stadion," tambah Tisha.
Pertandingan Indonesia vs Vietnam akan menjadi laga kandang ketiga Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Sebelumnya, Indonesia sudah dua kali menjadi tuan rumah. Yaitu ketikan menjamu Malaysia dan Thailand di SUGBK.
Di dua pertandingan tersebut timnas Indonesia menelan kekalahan. Tim besutan Simon McMenemy takluk 2-3 dari Malaysia dan 0-3 dari Thailand.
Sebelum berhadapan dengan Vietnam, Timnas Indonesia akan melakoni laga tandang melawan Uni Emirat Arab (UEA) pada tanggal 10 Oktober 2019. Timnas Indonesia sudah berada di Dubai untuk menggelar persiapan sejak Kamis (3/10/2019).
Baca Juga: Timnas Indonesia Tiba di Uni Emirat Arab, Zulfiandi: Tak Ada Kendala
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat